Penahanan Aung San Suu Kyi Kuatkan Isu Kudeta, Militer Myanmar Janji Tetap Bertindak Sesuai Hukum

Juru Bicara NLD Myo Nyunt menyebut militer Myanmar mulai melakukan kudeta terhadap pemerintah.


zoom-inlihat foto
aung-sang-004.jpg
Thet Aung / AFP
Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi mengawasi saat petugas kesehatan menerima vaksin untuk virus corona Covid-19 di sebuah rumah sakit di Naypyidaw pada 27 Januari 2021. Aung San Suu Kyi ditahan pihak militer Myanmar setelah partainya menang telak dalam Pemilu Myanmar.


Panglima Tak Menampik Kudeta

Ketegangan semakin meningkat ketika juru bicara angkatan bersenjata Myanmar, Mayor Jenderal Zaw Min Tun, menolak untuk mengesampingkan kudeta pada Selasa (26/1/2021).

Dia juga memperingatkan bahwa angkatan bersenjata dapat mengambil tindakan jika keluhan tentang kecurangan dalam pemilu Myanmar tidak ditangani.

Karena khawatir ada kudeta, jalan-jalan di ibu kota Myanmar dikelilingi pagar dan kawat berduri dan aparat dari kepolisian dikerahkan untuk berjaga pada Jumat (29/1/2021).

Belasan kedutaan besar termasuk delegasi Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa, pada Jumat mendesak militer Myanmar mematuhi norma-norma demokrasi.

PBB Prihatin, Tatmadaw Janji Bertindak Sesuai Hukum

ILUSTRASI - Dalam pidatonya di ibukota Thailand, Bangkok, Antonio Guterres menyebut di masa mendatang jutaan orang terancam oleh risiko naiknya massa permukaan air laut.
ILUSTRASI - Dalam pidatonya di ibukota Thailand, Bangkok, Antonio Guterres menyebut di masa mendatang jutaan orang terancam oleh risiko naiknya massa permukaan air laut. (BBC)

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan keprihatinan tentang kemungkinan intervensi militer di Myanmar.

Di tengah keprihatinan itu, pada Sabtu (30/1/2021), militer Myanmar menyatakan bakal melindungi dan mematuhi konstitusi dan bertindak sesuai dengan hukum.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh panglima tertinggi militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing.

"Tatmadaw melindungi konstitusi 2008 dan akan bertindak sesuai dengan hukum," bunyi pernyataan itu sebagaimana dilansir dari Reuters.

"Beberapa organisasi dan media mengasumsikan apa yang mereka inginkan dan menulis karena Tatmadaw akan menghapus konstitusi," imbuh pernyataan itu membantah adanya kekhawatiran kudeta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Penahanan Aung San Suu Kyi, Dimulai dari Kekhawatiran Kudeta Militer Myanmar"

(TribunnewsWiki.com/Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Red CobeX (2010)

    Red CobeX adalah sebuah film komedi Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved