Pernikahan Anak Terabas Hitungan Jawa, Ayah di Kebumen Takut Kualat hingga Putuskan Gantung Diri

Pria tersebut mengakhiri hidup karena tak tahan dengan beban pikiran seputar pernikahan sang anak.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-gantung-diri-3721.jpg
Pixabay
Ilustrasi gantung diri


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pria paruh baya berinisial SY (52) tewas gantung diri di kediamannya, Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong, Kebumen, Jawa Tengah, Senin (25/1/2021).

SY nekat mengakhiri hidup karena beban pikiran, lantaran pernikahan putranya tidak dilakukan sesuai dengan perhitungan penanggalan Jawa.

Diberitakan Kompas.com, korban memang penganut kejawen yang kuat.

Sesuai kepercayaannya, harusnya tanggal pernikahan dan perjodohan harus sesuai dengan kitab primbon.

Kuat dugaan korban takut kualat karena pernikahan putranya tidak dilakukan sesuai dengan hitungan penanggalan Jawa.

Kronologi

Kasubbag Humas Polres Kebumen, Iptu Sugiyanto, mengungkapkan, peristiwa tersebut pertama diketahui oleh istri korban sekitar pukul 03.45 WIB.

"Suami awalnya pamit mau pergi ke belakang sekitar pukul 03.00 WIB. Namun sudah berselang waktu 30 menit tak kunjung kembali," jelas Sugiyanto melalui rilis tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (26/1/2021).

Baca: Ada Suara Jatuh, Ayah di Depok Kaget Saat Temukan Anaknya Gantung Diri di Kamar

Baca: Selain Majene, Wilayah Tobelo, Kebumen dan Banyumas juga Diguncang Gempa, Dipicu Sesar Aktif

Ilutrasi gantung diri
Ilutrasi gantung diri (Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan)

Istri yang curiga langsung bergegas menyusul suaminya ke belakang.

Namun, dia mendapati suaminya sudah tewas tergantung di dapur.





Halaman
1234
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved