Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran, Jarak Luncur 1.000 Meter, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Update Gunung Merapi keluarkan awan panas guguran dengan jarak luncuran 1000 meter, tercatat telah keluar 3 kali awan panas guguran pada (25/1/2021).


zoom-inlihat foto
awan-panas-merapi-1.jpg
Tangkap layar dari Twitter @BPPTKG
Terlihat awan panas guguran Gunung Merapi pada Senin (25/1/2021) pukul 20.25 WIB.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gunung Merapi kembali keluarkan awan panas guguran dengan jarak luncuran 1000 meter ke arah barat daya, pada Senin (25/1/2021) malam.

Dikutip dari Twitter resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) @BPPTKG, Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada pukul 20.24 WIB.

Awan panas guguran tersebut tercatat di seismogram.

Dengan amplitudo 30 mm dan durasi 103 detik.

Sedangkan tinggi kolom 400 m, dengan jarak luncur 1000 m ke arah barat daya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

BPPTKG juga mengamati awanpanas guguran Gunung Merapi pada 25 Januari 2021 Pukul 12.00-18.00 WIB.

Berdasarkan pengamatan tersebut pada pukul 17.11 WIB telah terjadi awan panas guguran yang tercatat di seismogram dengan amplitudo 32 mm dan durasi 120 detik.

awan panas merapi 2
Terlihat awan panas guguran Gunung Merapi pada Senin (25/1/2021) pukul 17.13 WIB.

Sedangkan jarak luncurnya kurang lebih 1200 m ke arah barat daya meliputi hulu Kali Krasak dan Boyong.

Sementara itu diketahui telah terjadi hujan di puncak Gunung Merapi pada Senin (25/1/2021) pukul 15.13-15.46 WIB.

Sore itu hujan masih berlangsung.

Sedangkan total curah hujan ialah 32 mm.

Hujan tersebut bisa menyebabkan banjir lahar dingin.

Ketika hujan terjadi di puncak Merapi, masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai yang berhulu di Merapi dihimbau agar mewaspadai bahaya lahar.

Hingga kini, BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada Level III (Siaga).

BPPTKG juga menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya.

Baca: Gunung Merapi Erupsi, Muntahkan Tiga Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Baca: Aktivitasi Merapi Meningkat, Warga Desa di Klaten Masih Enggan Mengungsi, Takut Kena Covid-19

PVMBG

Melansir dari laman vsi.esdm.go.id, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui rekaman seismograf pada Senin (25/1/2021) tercatat:

• 4 kali Gempa Awan Panas Guguran

• 137 kali Gempa Guguran

• 38 kali Gempa Hembusan

• 15 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak

Awan panas guguran terjadi 4 kali dengan jarak luncur 600-1299 m ke arah barat daya dengan kolom asap 300-400 m di atas puncak.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan Prakiraan daerah bahaya dari meletusnya Gunung Merapi meliputi:

Provinsi DIY

Kab. Sleman. Kec. Cangkringan: Desa Glagaharjo (Dusun Kalitengah Lor); Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem); Desa Umbulharjo (Dusun Palemsari).

Provinsi Jawa Tengah

Kab. Magelang. Kecamatan Dukun: Desa Ngargomulyo (Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar); Desa Krinjing (Dusun Trayem, Pugeran, Trono); Desa Paten (Babadan 1, Babadan 2)

Kab. Boyolali. Kecamatan Selo: Desa Tlogolele (Dusun Stabelan, Takeran, Belang); Desa Klakah (Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur); Desa Jrakah (Dusun Jarak, Sepi)

Kab. Klaten. Kec. Kemalang: Desa Tegal Mulyo (Dusun Pajekan, Canguk, Sumur); Desa Sidorejo (Dusun Petung, Kembangan, Deles); Desa Balerante (Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang).

Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III G. Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak G. Merapi.

Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan G. Merapi yang bisa terjadi setiap saat.

(TribunnewsWiki.com/Rakli)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved