Gunung Merapi Erupsi, Muntahkan Tiga Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Gunung Merapi erupsi, muntahkan 3 kali awan panas dan 47 kali guguran lava pijar pada Rabu (20/1/2021) pukul 00.00 WIB-06.00 WIB.


zoom-inlihat foto
rentetan-guguran-besar-lava-pijar-merapi-10-1-2021b.jpg
TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo
Guguran besar lava pijar Merapi diabadikan dari gardu pandang Kaliurang barat, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Minggu (10/1/2021) malam.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepala Balai Penyelidikan dan pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyebut Gunung Merapi muntahkan awan panas sebanyak tiga kali, pada Rabu (20/1/2021) pukul 00.00 WIB-06.00 WIB.

Dikutip dari Kompas.com, awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo 13 sampai 21 milimeter dan durasi 116 hingga 198 detik.

"Terjadi 3 kali awan panas guguran Gunung Merapi pada 20 Januari 2021 pukul 00.59, 05.12, dan 05.35 WIB," kata Hanik Humaida dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode 20 Januari 2021.

Arah luncuran menuju ke sektor barat daya.

"Luncuran teramati ke arah Barat Daya dengan jarak luncur maksimum 1.200 Meter," ucap Hanik.

Selain kejadian awan panas, selama pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, Merapi juga teramati mengeluarkan 47 kali guguran lava pijar dengan jarak maksimum 1.000 meter ke arah barat daya.

Baca: Gunung Sinabung Erupsi Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Radius Tiga Km

Laporan pengamatan guguran dan awan panas guguran Gunung Merapi tanggal 20 Januari 2021 pukul 00.00—06.00 WIB. 
Teramati 47x guguran lava pijar dengan jarak maksimum 1000 m ke arah barat daya.
Laporan pengamatan guguran dan awan panas guguran Gunung Merapi tanggal 20 Januari 2021 pukul 00.00—06.00 WIB. Teramati 47x guguran lava pijar dengan jarak maksimum 1000 m ke arah barat daya. (Twitter @BBPTKG)

"Teramati 47 kali guguran lava pijar dengan jarak maksimum 1.000 meter ke arah barat daya," ungkapnya.

Hingga kini, BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada Level III (Siaga).

Dikarenakan arah luncuran awan panas dan guguran lava menuju sektor Selatan-Barat Daya, maka potensi bahaya saat ini meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Baca: Aktivitasi Merapi Meningkat, Warga Desa di Klaten Masih Enggan Mengungsi, Takut Kena Covid-19

Rentetan guguran besar lava pijar Merapi diabadikan dari gardu pandang Kaliurang barat, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Minggu (10/1/2021) malam.
Rentetan guguran besar lava pijar Merapi diabadikan dari gardu pandang Kaliurang barat, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Minggu (10/1/2021) malam. (TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo)

Sementara itu lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 Km dari puncak.





Halaman
123
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved