TRIBUNNEWSWIKI.COM - Petarung UFC Conor McGregor tampaknya tak akan bisa bertarung dalam waktu dekat.
Pasalnya, ia mendapat skors setelah kekalahan melawan Dustin Poirier, di Fight Island, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (24/1/2021).
McGregor, mendapat skorsing wajib 45 hari atas kekalahannya, dan skorsing 180 hari lebih lanjut karena cedera kaki yang dideritanya, seperti dilaporkan DailyStar, Selasa (26/1/2021).
Total, berarti atlet Irlandia itu tak boleh ke Oktagon selama 6 bulan lebih demi memulihkan cederanya.
Kendati demikian, dirinya diperbolehkan berlaga lebih cepat, apa bila menilai cederanya telah pulih.
Meskipun meninggalkan area pertandingan dengan bantuan kruk setelah rentetan tendangan kaki oleh Poirier, pelatihnya mendukung pertandingan ulang pada Mei mendatang.
"Dia sudah mengganggu semua orang untuk mendapatkan pertandingan ulang; dia akan menyukai pertandingan ulang itu dan saya tidak berpikir Dustin menentang itu," kata John Kavanagh kepada ESPN.
Keluhkan Kuatnya Tendangan Poirier, Kaki Sampai Mati Rasa
Baca: Khabib Nurmagomedov Bersedia ke Oktagon Lagi, Kuncinya Adalah Conor McGregor dan 3 Petarung Ini
McGregor gugur lewat technical knock out (TKO) dari Poirier.
Setelah pertandingan, petarung itu mengeluhkan betapa kuatnya tendangan Poirier.
Dia menilai teknik tendangan Poirier mampu membuat kakinya seperti mati rasa.
Hal itu menjadikan dirinya tak bisa berbuat banyak sepanjang pertandingan.
"Kaki saya benar-benar seperti mati rasa, meski saya merasa sedang memeriksanya," ujar Conor McGregor, dikutip Kompas.com.
"Tendangan itu terasa seperti menusuk dalam di otot depan kaki saya dan itu sangat mengganggu saya," kata dia menjelaskan.
Jalannya Pertandingan: Ronde kesatu
Baca: Khabib Nurmagomedov Ingin Temui Presiden UFC, Berencana Genapkan 30 Laga Tanpa Kekalahan?
Dilansir BolaSport.com, kedua petarung saling menjual beli pukulan saat ronde kesatu dimulai.
Poirier langsung melakukan take down dan berhasil menjatuhkan McGregor dari sisi tengah untuk mendorong ke pagar.
Poirier terus melakukan grappling, sementara McGregor mencoba untuk melepaskan diri dari cengkeraman petarung Amerika itu.
Upaya Poirier terus memegangi McGregor gagal setelah petarung Irlandia itu melepaskan diri dari cengkeramannya.
Lalu setelah itu, kedua petarung kembali saling menjual beli pukulan dan sesekali melakukan tendangan.