TRIBUNNEWSWIKI.COM - Berikut ini adalah 5 kutipan Bahasa Jawa favorit dari film Sobat Ambyar yang sudah tayang di Netflix.
Sebuah kutipan, baik itu dari film maupun buku, biasanya bisa menjadi sumber hiburan dan motivasi agar bisa melakukan sesuatu lebih baik lagi.
Dengan tayangnya Sobat Ambyar di Netflix, kini saatnya melihat kutipan-kutipan Bahasa Jawa yang mungkin dapat menjadi favorit yang baru!
Baca: Netflix Resmi Umumkan Serial Bridgerton akan Berlanjut ke Season 2
Baca: 8 Hal yang Bisa Membuatmu Penasaran dengan Akhir dari Drama Korea The Uncanny Counter di Netflix
Simak selengkapnya di sini!
1. "Merga energimu positif, makane alam semesta mendukung"
Karakter Kopet (Erick Estrada) pasti sudah tak asing lagi bagi yang telah menyaksikan Sobat Ambyar.
Dengan sifatnya yang jenaka, Kopet kerap melontarkan kata-kata yang tak hanya menghibur namun juga penuh makna.
Salah satu ucapannya yang paling terkenang adalah “Merga energimu positif, makane alam semesta mendukung", yang dalam Bahasa Indonesia "karena energimu positif, makanya alam semesta mendukung,".
Kalimat ini mengandung arti bahwa selama kita bisa berpikir positif, pasti selalu ada jalan untuk mencapai yang kita mau.
2. "Nek su'udzon terus, kapan kowe duwe bojo?"
Celetukan Kopet lainnya yang mengena di hati adalah “Nek su’udzon terus, kapan kowe duwe bojo?”, yang artinya "kalau kamu su'udzon terus, kapan kamu punya istri?".
Hal ini disampaikannya kepada Jatmiko (Bhisma Mulia) yang masih malu-malu untuk berkenalan dengan Saras (Denira Wiraguna).
Pada intinya, pikiran negatif akan membuat seseorang sulit berjodoh.
Lebih baik melakukan sesuatu dan gagal dibandingkan tidak melakukan sesuatu tetapi kehilangan kesempatan.
3. "Cinta yo cinta, tapi gak ngrepotke wong"
Rasa cinta yang begitu besar membuat Jatmiko rela melakukan apa saja untuk wanita pujaan hatinya, sampai-sampai semua orang dibuat repot karena ulahnya.
Termasuk seorang pengendara ojek online.
Merasa kesal, pengendara ini pun berkomentar, “Cinta yo cinta, tapi ga ngrepotke wong.” yang artinya, "Cinta ya cinta, tapi nggak merepotkan orang"
Boleh saja menunjukkan cinta kita terhadap seseorang, namun jangan sampai merepotkan orang-orang di sekitar.
4. "Ngelaleke kuwi masalah tekad. Yo emang angel, tapi nek ditekati pasti iso"
Lagi-lagi Kopet memberikan petuah yang berguna untuk mengusir kegalauan Jatmiko, “Ngelaleake kuwi masalah tekad. Yo emang angel, tapi nek ditekati pasti isa.” yang artinya, "Melupakan itu masalah tekad. Ya memang susah, tapi kalau ditekadi pasti bisa,"
Kata-katanya kali ini menekankan bahwa melupakan seseorang membutuhkan tekad yang kuat. Walau sulit, semuanya bisa dilewati selama kita memiliki tekad.