Warga Indonesia Pernah Positif Covid-19 Tak Masuk Program Vaksin Pemerintah, Ini Penjelasan Kemenkes

Warga Indonesia yang pernah terkonfirmasi mengidap Covid-19 disebut tidak akan mendapatkan vaksin dari pemerintah.


zoom-inlihat foto
vaksin-israel-008.jpg
JACK GUEZ / AFP
Ilustrasi vaksinasi Covid-19.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Metode penguncian wilayah, pelarangan aktivitas massal dan protokoler kesehatan sudah diupayakan masyarakat dunia, termasuk berlomba membuat vaksin Covid-19.

Faktanya, pandemi Covid-19 belum kunjung mereda dan justru menyebarnya varian baru virus corona  mulai memberi ancaman ke masyarakat dunia.

Saat ini, langkah paling terdepan dari beberapa negara adalah dengan melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap warganya.

Kini suda ada banyak orang yang mendapat vaksin Covid-19, dari berbagai macam negara atau produsen.

Vaksin Covid-19 dipandang mampu menekan laju penularan virus corona yang terus meluas.

Di Indonesia, vaksinasi Covid-19 sudah mulai dilakukan dengan menggunakan vaksin dari Sinovac, China.

Meski begitu, ada kabar yang sedap terkait vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Baca: Diduga Terinfeksi Covid-19 saat Makan Bersama, Doni Monardo Imbau Masyarakat untuk Disiplin 3M

Kabarnya, penyintas atau orang yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19 tidak akan diikutkan dalam program vaksinasi oleh pemerintah.

Siti Nadia Tarmizi, juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa penyintas atau orang yang pernah terinfeksi Covid-19 tidak diprioritaskan dalam program vaksinasi.

"Kalau dari Kemenkes atau pemerintah sebenarnya penyintas Covid itu bukannya tidak diberikan vaksinasi, tetapi kita tunda," kata Nadia, dalam sebuah diskusi online yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Leiden di Indonesia, Minggu (24/1/2021).





Halaman
1234
Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved