Korban Jiwa Covid-19 Inggris Melonjak Pesat, Boris Johnson: Varian Baru Virus Corona Lebih Mematikan

Varian virus corona baru dari Inggris disinyalir tak hanya mudah menular, namun juga lebih mematikan dari virus corona sebelumnya.


zoom-inlihat foto
boris-johnson-1.jpg
gov.uk
Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris, mengatakan varian baru virus Corona lebih mematikan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Varian baru virus corona saat ini menjadi ancaman global terbaru.

Padahal, dunia belum tuntas dengan penanggulangan pandemi Covid-19 hingga kini.

Vaksin dari berbagai macam perusahaan dan negara sudah mulai disuntikkan di bebeberapa belahan dunia.

Meski begitu, penularan pandemi Covid-19 tidak serta merta semakin membaik, justru semakin mengkhawatirkan.

Varian virus corona yang baru awal mula ditemukan di Inggris jelang akhir tahun 2020 lalu.

Kini varian baru tersebut sudah menyebar ke berbagai dunia dan disebut lebih mudah menular dari satu manusia ke manusia lain.

Ternyata, varian tersebut disinyalir tak hanya mudah menular, namun juga punya efek yang lebih berat.

Perdana Menteri Boris Johnson menyampaikan bahwa varian baru virus corona yang telah melanda Inggris dan sekitarnya dalam beberapa bulan terakhir ternyata lebih mematikan, selain disebut lebih mudah menular seperti yang diberitakan sebelum-sebelumnya.

Perwira Angkatan Darat Inggris bekerja dengan penguji NHS & Tesr dan Trace Covid-19 di Pelabuhan Dover, di Dover di pantai tenggara Inggris, pada 25 Desember 2020, saat pengujian Covid-19 terhadap pengemudi yang mengantri untuk berangkat dari terminal feri ke Eropa terus berlanjut. Sekelompok ilmuwan Inggris sedang mengujicoba obat terbaru antibodi yang diharapkan dapat memberikan kekebalan instan dan menyelamatkan ribuan nyawa bila obat ini sukses melewati ujicoba.
Perwira Angkatan Darat Inggris bekerja dengan penguji NHS & Tesr dan Trace Covid-19 di Pelabuhan Dover, di Dover di pantai tenggara Inggris, pada 25 Desember 2020, saat pengujian Covid-19 terhadap pengemudi yang mengantri untuk berangkat dari terminal feri ke Eropa terus berlanjut. Sekelompok ilmuwan Inggris sedang mengujicoba obat terbaru antibodi yang diharapkan dapat memberikan kekebalan instan dan menyelamatkan ribuan nyawa bila obat ini sukses melewati ujicoba. (Niklas HALLE'N / AFP)

Berita ini datang ketika Inggris melihat rekor kematian akibat Covid-19, menyusul lonjakan kasus dan pasien rawat inap sejak varian ini pertama kali diidentifikasi di Inggris bagian tenggara pada bulan September lalu.

WHO sendiri menyebut varian virus ini juga telah menyebar ke lebih dari 60 negara di dunia.

"Selain menyebar lebih cepat, sekarang juga tampak bahwa ada beberapa bukti bahwa varian baru ini mungkin terkait dengan tingkat kematian yang lebih tinggi," kata Johnson.

Baca: Wanita Ini Berhasil Masuk Pangkalan AL Inggris, Ditemukan Setengah Telanjang, Diduga Mata-mata China

Dia menyalahkan varian tersebut untuk situasi suram yang melanda Inggris, di mana 1.401 kematian diumumkan pada hari Jumat, dan menjadikan jumlah kematian menembus angka 95.981 alias yang tertinggi di Eropa.

Kematian akibat virus telah meningkat 16% selama sepekan terakhir, sementara jumlah orang yang dirawat di rumah sakit akibat Covid-19 mendekati dua kali lipat dari jumlah yang terlihat selama hari-hari terburuk dari gelombang pertama pandemi pada bulan April tahun lalu.

Kepala ilmuwan pemerintah Patrick Vallance mengatakan varian baru ini bisa 30-40% lebih mematikan untuk beberapa kelompok umur. Meskipun dia menekankan penilaian tersebut bergantung pada data yang jarang muncul.

“Ada banyak ketidakpastian seputar angka-angka ini dan kami membutuhkan lebih banyak pekerjaan untuk mendapatkan penanganan yang tepat, tetapi ini jelas harus menjadi perhatian,” katanya.

Boris Johnson digugat PNS Inggris

Susah dibayangkan bila apa yang dilakukan pegawai negeri sipil (PNS) di Inggris ini terjadi di Indonesia.

PNS Inggris menggugat Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, karena tidak memecat Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel.

Patel dianggap telah berlaku kasar karena berteriak dan menyumpahi bawahannya, yang notabene PNS di Inggris, dikutip Daily Mail, Kamis (10/12/2020).

 
Pengacara dari PNS Inggris menyampaikan pemberitahuan pra-tindakan ke Downing Street pada hari Rabu (9/12/2020) yang menuduh PM Johnson bertindak melanggar hukum ketika dia memilih untuk membela Patel dan menolak penasihat independennya.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved