Pengacara Komentari Pernyataan Komnas HAM yang Sebut Ada Anggota FPI Tertawa Saat Bentrok

Pengacara FPI sangat menyayangkan pernyataan yang dikeluarkan oleh Komnas HAM.


zoom-inlihat foto
rekonstruksi-fpi-003.jpg
KOMPAS.COM/FARIDA
Apel persiapan pengamanan rekonstruksi kasus penembakan enam pengawal Pimpinan FPI Rizieq Shihab di Mapolres Karawang, Minggu (13/12/2020) malam. Pengacara FPI buka suara tentang pernyataan Komnas HAM yang mengebut ada anggota FPI tertawa saat bentrok.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengacara Front Pembela Islam (FPI) Hariadi Nasution memberikan tanggapan soal pernyataan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik yang mengatakan ada laskar FPI yang tertawa-tawa saat peristiwa bentrokan dengan polisi pada 7 Desember 2020.

Hariadi mengaku kecewa dengan kesimpuIan Komnas HAM karena tidak didasarkan pada fakta di lapangan, tetapi hanya berdasarkan rekaman suara.

Dia sangat menyayangkan pernyataan seperti itu dikeluarkan oleh Komnas HAM.

“Ya itu kan terjadinya para laskar yang mengalami, sementara ketua Komnas HAM itu kan dia enggak mengalami, dia hanya mendengar rekaman voice note dan menyimpulkan hal itu dari voice note,” kata Hariadi, Senin (18/1/2021), dikutip dari Kompas.

“Itu sangat-sangat disayangkan sekali begitu, masa sekelas Komnas HAM menyimpulkan dari voice note itu laskar FPI ketawa-ketawa,” kata dia.

Menurut pengacara FPI itu, anggota FPI tersebut tertawa karena berusaha tenang dalam melindungi pemimpinnya, Rizieq Shihab.

Hariadi juga mengaku heran dengan kesimpulan Komnas HAM yang menyebut suasana peristiwa itu tidak mencekam, dengan hanya berdasarkan rekaman suara.

“Itu kan kejadiannya pagi menjelang subuh ya, kalau posisi tegang, apalagi statusnya laskar, dia tetap santai, tetap enjoy, ya karena mereka juga tahu dia di dalam posisi menjaga ulama,” kata Hariadi.

Baca: Komnas HAM Sebut Laskar FPI Nikmati Bentrok Lawan Polisi, Ada yang Tertawa Sebelum Ditembak

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik seusai sebuah diskusi di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Minggu (9/2/2020).
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik seusai sebuah diskusi di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Minggu (9/2/2020). (Kompas)

“Kenapa dengan voice note saja dia bisa menyimpulkan suasana itu enggak tegang, enggak mencekam? jadi enggak ada yang meninggal dong? mencekam lah itu sudah pasti, berapa peluru ke dalam tubuh setiap mantan laskar itu coba,” ucap dia.

Lebih lanjut Hariadi menilai Komnas HAM terlalu cepat menyimpulkan apa yang menjadi temuannya tanpa melihat fakta bahwa yang meninggal ada 6 orang laskar.

Baca: Kepala PPATK Soal Pembekuan Rekening FPI: Aneh Kalau Bubar Tapi Uangnya Masih Beredar





Halaman
123
Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved