Bertato Mata Dajjal hingga Wajah Setan, Pemuda Ini Hijrah, Punya Cita-cita Mulia Jadi Pendakwah

Pemuda dengan wajah penuh tato pilih hijrah setelah merenungi kehidupan masa lalunya


zoom-inlihat foto
ahmad-nur-kusuma-yuda-di-masjid-jami-al-istiqomah-jalan-kusuma-wardani-pleburan.jpg
KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Pemuda bertato pilih hijrah. Ialah Ahmad Nur Kusuma Yuda, ketika ditemui di Masjid Jami Al-Istiqomah Jalan Kusuma Wardani, Pleburan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ahmad Nur Kusuma Yuda (21) memiliki tato di sekujur tubuhnya, tak terkecuali wajah.

Kendati demikian, pemuda yang akrab disapa Yuda itu berbicara lembut.

Kini ia telah hijrah dari kehidupan masa lalunya, memilih belajar berdakwah.

Sejak kecil, pemuda kelahiran Tangerang ini memang lekat dengan tato, seperti diberitakan Kompas.com.

Semua tatonya ia dapatkan ketika dirinya memulai kisah hidupnya di jalanan.

Saat duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) di Klaten dan sekolah dasar (SD), dirinya mengenyam pendidikan agama sebagai santri di pondok pesantren.

Setelah lulus SD, dia harus berpindah melanjutkan sekolah di pesantren dakwah di Salatiga.

Namun, tak lama kemudian dia memutuskan untuk kabur lantaran tidak betah.

Ayahnya sempat mengembalikan Yuda ke pesantren itu, tetapi dirinya tidak kuat dan dipulangkan ke rumah.

Selang dua hari tinggal di rumah, lantas Yuda memulai pencarian jati dirinya dengan memilih hidup di jalan sebagai anak punk.

Baca: 6 Artis Cantik Ini Pilih Hijrah dan Mantap Bercadar, Dulunya Model hingga Mantan Personil Girlband

Cerita mantan anak punk dengan wajah penuh tato viral di media sosial, kini anak tersebut memilih menjadi muazin di Semarang.
Cerita mantan anak punk dengan wajah penuh tato viral di media sosial, kini anak tersebut memilih menjadi muazin di Semarang. (Tiktok.com/@terdalam__)

"Dulu saya pernah kabur dari pesantren. Memilih hidup di jalan. Nyari teman ke Semarang, lalu ke Jakarta. Terus jalan ke Merauke, Bali, dan Aceh," jelas Yuda saat ditemui Kompas.com, Jumat (15/1/2021).

Yuda bertahan hidup di jalan dengan berjualan kaus sablonan di acara-acara komunitas dan mengamen.

Bahkan, dia juga pernah mencoba menjadi tukang tato di Bali.

"Datang ke acara-acara cari teman buat silaturahmi. Jualan kaus buat hidup dan ngamen di jalan," ucapnya.

Yuda bercerita tentang awal mula tato bersarang di tubuhnya hingga memilih jalan untuk berhijrah.

Baca: Menteri Perdagangan RI Dukung Peningkatan Daya Saing Pengusaha Muda Islam

Baca: Uki eks Noah Ungkap Keputusan Hijrah : Niat Sejak 2015, Bantah Ada Konflik di Band, Punya Teman Baru

"Sejak lulus SD sekitar umur 12 tahun, pertama kali di tato di bagian wajah, gambar air mata di dekat mata kanan dan kiri. Artinya, biar enggak cengeng dan tambah kuat. Awalnya enggak boleh, tapi saya bandel," ujarnya.

Seiring perjalanan hidupnya, tato mulai bertambah dari tangan, punggung, hingga menjalar ke wajahnya.

Dia mengaku semua tato yang melekat di tubuhnya itu merupakan hadiah sebagai kenang-kenangan saat bertandang ke rumah teman dari berbagai kota.

"Ada gambar mata Dajjal di panggung, gambar Bunda Maria di lengan kiri, gambar muka setan di telapak tangan kiri, dan gambar Joker di lengan kanan. Lalu gambar bio mekanik di wajah. Kalau keluar kota dapat kenang-kenangan tato dari teman," ujarnya.

Kemudian, menjelang bulan Ramadhan tahun lalu, dia mulai merenungi hidupnya dan memikirkan masa depan.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved