Alasan Mengapa Kelompok Usia di Atas 60 Tahun Tak disuntik Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Menkes

Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi untuk usia diatas 60 tahun masih menunggu vaksin yang sesuai tiba di Indonesia.


zoom-inlihat foto
seorang-pekerja-medis-menunjukkan-jarum-suntik-dengan-vaksin-biotek-sinovac.jpg
STR / AFP
Seorang pekerja medis menunjukkan jarum suntik dengan vaksin Biotek Sinovac melawan virus korona COVID-19 di pusat perawatan kesehatan di Yantai, di provinsi Shandong, China timur pada 5 Januari 2021.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Program vaksinasi yang disediakan pemerintah telah dimulai. Ini ditandai dengan disuntikkannya vaksin Sinovac perdana ke Presiden Jokowi, Rabu (13/1/2021).

Selain Presiden, vaksin Sinovac yang bekerjasama dengan PT Biofarma, Bandung juga disuntikkan ke sejumlah tokoh penting.

Mulai dari tokoh lintas agama hingga lintas profesi pun turut ikut serta dalam vaksinasi pertama bersama Jokowi.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin dikabarkan tidak ikut dalam vaksinasi tahap pertama ini.

Presiden Jokowi disuntik Vaksin Covid-19.
Presiden Jokowi disuntik Vaksin Covid-19. (Youtube via Tribunnews)

Masduki Baidlowi, Juru Bicara Wapres mengatakan, vaksinasi untuk wapres masih menunggu vaksin khusus.

Pasalnya, vaksin Covid-19 asal China itu diberikan kepada orang berusia antara 18-59 tahun.

Baca: Ribka Tjiptaning Ingatkan Pemerintah Soal Vaksin: Negara Tak Boleh Berbisnis dengan Rakyatnya

Baca: Tolak Divaksin Covid-19, Anggota DPR Ribka Tjiptaning: Pelanggaran HAM, Gak Boleh Maksa Gitu

Diketahui, Wapres Ma'ruf Amin saat ini berusia 77 tahun.

"Kalau sudah ada vaksinnya kan, kan ini vaksin untuk umur di atas 60 belum ada," paparnya dilansir dari Tribunnews.com, Selasa (12/1/2021).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menerangkan mengapa vaksin Sinovac tidak diperuntukan untuk usia diatas 60 tahun.

Budi menjelaskan, vaksin Sinovac tidak dujikan pada rentang usia 60 tahun ke atas.

Hal tersebut berdasarkan uji klinis tahap tiga yang dilaksanakan di Bandung.

Sehingga, keamanan bagi pengguna vaksin di atas 60 tahun belum bisa dipastikan.

Hal ini berbeda dengan Sinovac di Brazil, vaksin diujikan untuk usia 60 tahun ke atas sehingga vaksin juga diperuntukan untuk kalangan lanjut usia.

"Vaksin Sinovac yang mausk memamg disarankan oleh ITAGI ke BPOM dan Kemenkes itu untuk rentang usia 18-59 tahun." kata Budi saat hadir di acara Satu Meja The Forum, Kompas TV, Rabu (13/1/2021).

"Kenapa demikian? Karena uji klinis tahap tiga di Bandung seperti itu," tambahnya.

"Untuk informasi, Sinovac yang ada di Brazil itu diuji sampai usia di atas 60 tahun, jadi artinya mereka bisa dipakai di Brazil untuk usia di atas 60 tahun," tegasnya.

Perusahaan farmasi asal China, Sinovac, sudah mengekspor vaksin buatanya ke 5 negara
Perusahaan farmasi asal China, Sinovac, sudah mengekspor vaksin buatanya ke 5 negara (GETTY IMAGES VIA BBC)

Selain vaksin, kata budi, pemerintah juga akan mendatangkan vaksin lainnya.

Diantaranya AstraZeneca, Pfizer, Sinopharm, Moderna, dan Novavac.

Sedangkan, nantinya jika vaksin untuk kalangan 60 tahun ke atas sudah tiba, akan dilakukan vaksinasi sesuai dengan kalangan tersebut.

Budi meminta masyarakat usia 60 ke atas untuk menunggu dan tidak khawatir mengenai ketersediaan vaksin.

"Yang saya tahu, AstraZeneca dan Pfizer bisa di atas 60 tahun, jadi teman-teman yang di atas 60 tahun masih ada kan tinggal kita menunggu sampai tibanya vaksin AstraZeneca atau Pfizer," ujarnya.

Baca: Cara Mengecek Status Penerima Vaksin Covid-19 via Laman Pedulilindungi.id

Melindungi Warga yang Belum Divaksin

Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementrian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan, manfaat memberikan vaksin kepada rentang usia 18-59 tahun terlebih dahulu.

Di Indonesia, kalangan usia ini paling banyak terinfeksi Covid-19.

Hampir 80 persen kasus positif dianggap lebih aktif bergerak dibandingkan kalangan lanjut usia.

Dengan memberikan kekebaalan pada kalangan 18-59 tahun, diharapkan masyarakat lainnya yang belum mendapat vaksin dapat terlindungi.

"Supaya nanti kalau kelompok ini sudah punya kekebalan maka dia akan membawa penyakit itu ke rumah. Karena sebenarnya elderly atau di atas 59 tahun itu kan lebih banyak aktivitasnya di rumah," kata dr. Siti dilansir Kompas.com.

"Itu salah satu keuntungan yang akan kita dapatkan. Artinya, dengan kita memvaksinasi pada usia 18-59 tahun sebenarnya kelompok lansia juga mendapatkan proteksi," tambahnya.

Menurut Sri, karena usia 18-59 tahun tergolong usia produktif, pemerintah berharap kegiatan ekonomi bisa kembali berjalan. Namun, itu bukan tujuan utamanya.

"Tujuan utama kita adalah memberikan perlindungan pada kelompok populasi ini karena dia memiliki dua risiko, yakni untuk dirinya sendiri dan membawa penyakit tersebut ke keluarga," paparnya.

(TRIBUNNEWSWIKI/Anindya Suci Pertiwi, TRIBUNNEWS.COM/Tio/ Reza Deni, KOMPAS.COM/Muhammad Naufal) 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penjelasan Menkes Kenapa Kelompok Usia di Atas 60 Tahun Tak Disuntik Vaksin Sinovac 

Dan sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prioritas Vaksin Covid-19, Kenapa Lansia Tidak Divaksin Duluan?"





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved