"Perkembangan emosi dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah genetik tetapi hanya mewakili sekitar 30%. Kemudian yang penting itu adalah faktor nutrisi dan lingkungan."
3. Ajak Anak untuk Berbuat Kebaikan
Dalam pidato menyambut tahun 2021, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan pesan yang menarik tentang bagaimana kebaikan telah membantu masyarakat dunia berhasil melalui masa-masa sulit.
Pesan ini juga bisa Anda jadikan inspirasi untuk mengajak si kecil semakin memiliki kebaikan hati (happy heart) dan mengerti pentingnya berbuat kebaikan dan peduli pada orang-orang serta lingkungan sekitarnya.
Anda bisa memulainya dengan hal-hal kecil seperti mengucapkan terima kasih, hingga yang lebih besar seperti melibatkan anak untuk berdonasi.
Akan lebih baik lagi jika orang tua bisa menjadikan ajang berbuat kebaikan sebagai sebuah aktivitas yang menyenangkan, sehingga anak akan terdorong untuk melakukannya lagi di kemudian hari.
4. Latih Kemampuan Motorik Kasar dan Halus Pada Anak
Kemampuan motorik kasar dan halus merupakan dua hal yang bisa menjadi acuan perkembangan anak.
Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk terus melatihnya.
Berbagai aktivitas di rumah yang bisa melatih kemampuan motorik di antaranya ialah membaca buku, olahraga, memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain, mendeteksi benda-benda di sekitar, hingga meronce.
Psikolog Nadya Pramesrani menyebutkan bahwa selain bermanfaat untuk anak, kegiatan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar dan halus dapat menjadi momen untuk mempererat hubungan antara anak dengan orang tua.
“Dengan memberikan stimulasi bagi anak, biasanya stimulasi pada aspek-aspek lain seperti sosial emosional dan bahasa juga ikut terdorong,” kata Nadya.
5. Libatkan Anak dalam Membuat Pilihan di Kehidupan Sehari-hari
Melibatkan anak-anak untuk membuat pilihan akan melatih anak untuk memiliki kemampuan berpikir yang baik (happy brain) dan berani bertanggung jawab dengan pilihannya.
Dari usia 2 tahun, orang tua dapat mulai melatih si kecil untuk membuat pilihan sendiri di kehidupan sehari-hari.
Psikolog Nadya Pramesrani mengatakan bahwa orang tua dapat mulai melatihnya dengan cara-cara sederhana seperti membiarkan anak untuk memilih makanan atau memilih baju yang ia kenakan.
Baca: Sama-sama Pakai Kemasan Kaleng, Ini Bedanya Susu Kental Manis dengan Susu Evaporasi
Baca: 5 Makanan yang Baik untuk Paru-paru, Ada Apel hingga Olahan Susu
Dengan dukungan pengasuhan yang baik dari orang tua, serta nutrisi yang seimbang, anak diharapkan dapat tumbuh hebat dengan kecerdasan, keberanian, dan kebaikan hati.
“Kami berharap momen tahun baru ini menjadi ajang yang baik bagi para orang tua untuk semakin memperhatikan pertumbuhan buah hatinya," ujar Ye Vian Quah selaku Head of Bebelac.
"Agar mereka tak hanya tumbuh cerdas, tetapi juga memiliki kebaikan hati, meskipun di masa yang penuh tantangan saat ini. Di Bebelac kami menyebutnya sebagai anak hebat dengan happy tummy (pencernaan sehat), happy brain (kemampuan berpikir yang baik), dan happy heart (kebaikan hati),”
(Tribunnewswiki.com/Natalia Bulan R P)