3. Momen Ambyar
Asri Welas menceritakan momen ambyar mengenai proses pembuatan film.
Seperti orang-orang yang menangis ketika melihat Didi Kempot bernyanyi saat syuting.
Asri melanjutkan bahwa kepergian Didi Kempot cukup membuat hatinya ambyar dan bagaimana film ini adalah karya terakhir mendiang yang tidak boleh dilewatkan orang-orang.
"Film ini begitu mewakili rasa kehilangan sahabat dan sosok budayawan yang bekerja sangat konsisten di bidangnya hingga diapresiasi oleh bangsanya," ujar Asri Welas.
Sementara itu, Mo Sidik berbagai kekecewaannya karena tidak sempat bertemu dengan Didi Kempot.
"Berharap dapat bertemu ketika penayangan film, namun ternyata tidak bisa," ungkap Mo Sidik.
4. Unsur Lokal yang Kental
Charles Gozali melihat film Sobat Ambyar sebagai film yang mengantarkan konten-konten seperti kearifan budaya lokal dan lagu campur sari.
Dia ingin mengikuti pesan Didi Kempot yang mengatakan bahwa anak muda jangan malu menyanyikan lagu daerah.
Sementara itu, Bagus Bramanti melihat lagu-lagu yang Didi Kempot tinggalkan menginspirasi bagaimana nostalgia Jawa di masa lalu dan masa sekarang.
Hal serupa juga disampaikan oleh Sisca JKT48, menurutnya penggunaan dialog yang sebagian besar dalam Bahasa Jawa menjadi unsur lokal yang menarik.
"Sebagai orang Jawa, saya bangga film ini bisa tayang di Netflix dan bisa ditonton oleh banyak orang dari luar negeri. Semoga unsur-unsur lokal yang cantik di film ini bisa membuat orang-orang yang belum tahu terlalu banyak tentang Indonesia menjadi pensaran untuk mempelajari budaya kita," ujar Sisca.
5. Tema Patah Hati
Film Sobat Ambyar mengangkat tema patah hati yang akan terasa familier oleh siapapun.
Aktor dan aktris muda berbakat Bhisma Mulia dan Denira Wiraguna berperan sebagau Jatmiko dan Saras.
Keduanya mewakili sosok yang mematahkan dan terpatahkan hatinya.
Bhisma dan Saras pun berkomentar mengenai pellajaran yang didapat melalui karakter mereka.
Bagi Denira, ia merasa bahwa ada aspek-aspek lain yang ikut terdampak ketika mematahkan perasaan seseorang, seperti kehidupan sehari-hari dan pekerjaan.
Sementara Bhisma menjelaskan dari sisi yang disakiti.