Perahu-perahu karet milik TNI AL turun sekitar pukul 07.05 WIB.
Diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
Pesawat mengangkut 62 orang yang terdiri dari 12 kru, 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.
Kronologi
Menhub Budi Karya Sumadi pun menjelaskan kronologi jatuhnya pesawat, Sabtu (9/1/2021).
Pesawat yang lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta sempat hilang kontak di sekitar perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.
Dari jalur yang ditampilkan, pesawat tersebut terbang ke arah barat, lalu ke utara.
Terpantau, pesawat terakhir berada di atas Laut Jawa, tepatnya di sisi utara Pulau Jawa.
Baca: Pesawat Sriwijaya Air Jatuh di Kepulauan Seribu, Saksi Mata Sebut Ada Dua Kali Ledakan Dahsyat
Baca: Sriwijaya Air SJ 182 Disebut Jatuh di Sekitar Pulau Laki, Ada Serpihan Diduga Tubuh Manusia
Pukul 14.36 WIB
Pesawat take off dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pontianak.
Saat itu, kondisi cuaca tengah hujan.
Pesawat yang meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta untuk menuju Bandara Supadio itu sempat tertunda keberangkatannya selama 30 menit.
Delay itu terjadi akibat hujan deras. Pihak Sriwijaya Air memastikan delay bukan karena kondisi pesawat.
Pukul 14.37 WIB
Pesawat masih dalam posisi ketinggian 1.700 kaki, diizinkan naik ke ketinggian 29 ribu kaki dengan mengikuti standar instrumen departure.
“Pukul 14.37 WIB masih 1.700 kaki kontak diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki, dengan mengikuti standar instrumen," ujar Budi dalam konferensi pers virtual, Sabtu.
Pukul 14.40 WIB
Pemantau di Jakarta melihat Sriwijaya Air tidak ke arah seharusnya.
Melainkan pesawat tersebut terlihat mengarah ke Barat Daya.
Tak lama kemudian hitungan detik, Sriwijaya Air SJY182 hilang dari radar.
Baca: Begini Pernyataan Manajemen Sriwijaya Air Tentang Hilangnya Kontak SJ182 Rute Jakarta-Pontianak