Kasus Positif Covid-19 Harian Lebih dari 50 Ribu, Brasil Alami Situasi Gawat dan Bingung Soal Vaksin

Brasil terancam diterjang gelombang kedua Covid-19 ditengah kebingungan mereka terkait vaksinasi virus Corona.


zoom-inlihat foto
covid-brasieu.jpg
AFP
Para pekerja di Brasil sedang memakamkan warga meninggal dunia karena Covid-19 di Sao Paolo.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sejak November 2019 hingga tahun 2020 ini berada di ujung, seluruh masyarakat dunia masih bergelut dengan masalah penanganan pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang bermula dari Wuhan, China, kini telah memakan banyak korban jiwa di berbagai belahan dunia.

Lockdown dan berbagai macam cara telah dilakukan oleh otoritas negara-negara dunia demi menanggulangi pandemi Covid-19 secara global.

Dari sisi pencegahan dan dan pengobatan, belum adanya vaksin efektif yang sanggup menangkal Covid-19 secara 100 persen.

Hal tersebut lah yang membuat membuat banyak negara atau lembaga kesehatan berpacu untuk melakukan riset vaksin Covid-19.

Mulai dari China, Amerika Serikat hingga Jerman kini sedang berpacu dengan waktu untuk menemukan formula vaksin Covid-19 yang efektif dan cepat bisa menangkal pandemi saat ini.

Vaksin Covid-19 pun sudah mulai beredar dari berbagai perusahaan beda negara, dengan berbagai klaim tingkat efektifitas masing-masing.

Salah satu negara dengan penduduk besar yang kelimpungan dengan pandemi Covid-19 adalah Brasil.

Baca: Gelombang Penolakan Meluas, Otoritas Brasil Pertanyakan Transparansi Vaksin Sinovac, Ini Alasannya

Brasil mencatat 58.718 kasus tambahan yang dikonfirmasi dari virus corona baru dalam 24 jam terakhir per tanggal 30 Desember 2020.

Bersama dengan data tersebut, 1.111 penderita Covid-19 meninggal, menurut Kementerian Kesehatan Brasil pada Selasa (29/12/2020).

Angka tersebut merupakan jumlah kematian harian terburuk yang dilaporkan oleh kementerian sejak 15 September lalu. 

Tangkapan layar dari TV Brasil yang memperlihatkan Presiden Brazil Jair Bolsonaro bersiap memakai masker karena dia akan berbicara dengan para wartawan di Istana Planalto, Brasilia (7/7/2020). Bolsonaro mengumumkan dirinya positif terinfeksi corona, tetapi hanya mengalami gejala ringan.
Tangkapan layar dari TV Brasil yang memperlihatkan Presiden Brazil Jair Bolsonaro bersiap memakai masker karena dia akan berbicara dengan para wartawan di Istana Planalto, Brasilia (7/7/2020). Bolsonaro mengumumkan dirinya positif terinfeksi corona, tetapi hanya mengalami gejala ringan. (TV BRASIL / AFP)

Statistik Covid-19 terbaru itu menambah kekhawatiran warga Brazil akan meningkatnya gelombang kedua infeksi di negara terbesar Amerika Latin tersebut.

Brasil telah mendaftarkan hampir 7,6 juta kasus virus sejak pandemi dimulai, sementara jumlah kematian resmi telah meningkat menjadi 192.681, menurut data kementerian. 

Brasil pun dalam keadaaan membingungkan.

Kasus positif Covid-19 semakin meningkat dan selalu membawa korban jiwa, namun sebagian masyarakatnya masih ada yang tak percaya dengan adanya wabah ini.

Terkait vaksin Covid-19, Brasil juga mengalami kerancuan.

Beberapa negara bagian ingin segera melakukan vaksinasi Covid-19, sementara Presiden mereka, Jair Bolsonaro justru berkali-kali memberikan pernyataan kontroversial dan "rasa tidak percaya" terhadap vaksin.

Pemerintah Brasil via Kementerian Kesehatan telah mendesak produsen vaksin Covid-19 untuk mempercepat pengajuan izin mereka agar bisa digunakan di negara tersebut.

Sementara itu seorang pejabat senior Kementerian Kesehatan berjanji meningkatkan dialog dengan Pfizer setelah mendengar keluhan aplikasi penggunaan darurat yang memberatkan.

Baca: Walau Sudah Dimulai, Masih Banyak Orang Eropa Tidak Yakin dengan Vaksinasi Covid-19, Ini Alasannya

Presiden Jair Bolsonaro sedang berada di bawah tekanan untuk menjelaskan mengapa Brasil belum mulai memvaksinasi penduduknya terhadap virus corona.

Dalam konferensi pers, Wakil Menteri Kesehatan Elcio Franco mengatakan pemerintah hanya bisa meneken perjanjian pembelian vaksin setelah produsen memiliki otorisasi penggunaan darurat atau otorisasi penuh.

Hingga kini Brasil masih berkutat dengan otorisasi penggunaan darurat vaksi Covid-19.

Vaksin China diragukan di Brasil

Anvisa, regulator kesehatan Brasil, mengatakan, otoritas kesehatan China tidak transparan dalam mengizinkan penggunaan darurat vaksin virus corona baru buatan Sinovac tersebut.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro telah berulang kali meragukan vaksin virus corona bertajuk CoronaVac buatan Sinovac dari China, dengan mengatakan, "asal" pembuatnya tidak bisa dipercaya.

Di Sao Paulo, negara bagian terpadat di Brasil, pihak berwenang telah mempertaruhkan vaksin Sinovac, dengan Gubernur Joao Doria, musuh Bolsonaro, menyebutkan, negara bagiannya akan mulai vaksinasi pada Januari 2021.

Baca: Pangkas Antrean Vaksin Covid-19, Orang Kaya Inggris Tawarkan Rp38 Juta demi Tukar Nomor Antrean

Hanya, Sao Paulo tidak akan bisa mulai menggunakan vaksin virus corona Sinovac sampai dapat lampu hijau dari Anvisa.  

Sementara Anvisa telah lama bersikap apolitis, Bolsonaro telah menunjuk sekutu untuk itu dalam beberapa bulan terakhir, memicu kekhawatiran di kalangan profesional kesehatan bahwa keputusannya mungkin dipengaruhi oleh pertimbangan politik.

"Brasil adalah pemimpin internasional dalam proses evaluasi CoronaVac," kata Anvisa dalam pernyataan resminya.

"Vaksin tersebut telah memiliki otorisasi penggunaan darurat di China sejak Juni tahun ini". 

"Kriteria China untuk pemberian otorisasi penggunaan darurat tidak transparan, dan tidak ada informasi yang tersedia tentang kriteria yang saat ini digunakan oleh otoritas China untuk membuat keputusan itu," sebut Anvisa.

Ilustrasi aturan vaksinasi virus Covid-19.
Ilustrasi aturan vaksinasi virus Covid-19. (The JAKARTA POST)

Setidaknya, puluhan ribu orang telah menggunakan vaksin virus corona Sinovac dalam program penggunaan darurat China, yang secara resmi meluncur pada Juli lalu, yang menargetkan kelompok terbatas orang-orang berisiko tinggi. 

China belum membuat perincian publik tentang bagaimana menentukan apakah vaksin virus corona baru memenuhi syarat untuk penggunaan darurat.

Komisi Kesehatan Nasional China tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Seorang perwakilan Sinovac menolak berkomentar tetapi merujuk pada konferensi pers pada Oktober lalu saat seorang pejabat kesehatan China mengatakan, peluncuran inokulasi darurat setelah tinjauan yang ketat serta sesuai dengan hukum China dan aturan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca: Bagaimana Cara Mencegah Virus Corona Masuk ke dalam Rumah? Simak Tipsnya Berikut Ini

Vaksin ini menunjukkan, "Keamanan dan imunogenisitas yang sangat baik dalam uji klinis Fase 1 dan Fase 2," kata pejabat kesehatan China itu.

CoronaVac sedang menjalani pengujian Tahap 3 di Sao Paulo saat ini.

Gubernur Sao Paulo mengatakan pada Senin (14/12), data kemanjuran akan rilis pada 23 Desember, delapan hari lebih lambat dari rencana awal, untuk memungkinkan ukuran sampel yang lebih besar dan analisis yang lebih lengkap.

Selain dipertanyakan oleh otoritas, gelombang penolakan vaksin dari Sinovac juga semakin meluas di warga Brasil hingga kini.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Sebagian artikel tayang di Kontan berjudul Sehari tambah 58.718 kasus Covid-19, Brazil masih frustrasi soal vaksinasi





Penulis: Haris Chaebar
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Red CobeX (2010)

    Red CobeX adalah sebuah film komedi Indonesia yang
  • Film - Utusan Iblis (2025)

    Utusan Iblis adalah sebuah film horor Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved