TRIBUNNEWSWIKI.COM - GeNose C19, alat pendeteksi Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), akan dijual dengan harga Rp62 juta per unit.
Hal ini dikatakan oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro.
GeNose mempunyai tingkat sensitivitas 90 persen dan spesifisitas hingga 96 persen.
Bambang mengatakan GeNose mampu melakukan tes Covid-19 sebanyak 12 ribu orang dalam sehari.
Tes Covid-19 dengan GeNose juga mudah karena orang yang dites hanya perlu menghembuskan napasnya.
Selain itu, biaya tes relatif terjangkau dan hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 menit.
"Lewat hembusan nafas, GeNose sudah bisa mendeteksi Covid-19 sangat cepat sekitar 2 menit tanpa memerlukan reagen maupun bahan kimia lainnya," kata Bambang, dikutip dari laman UGM, Selasa (29/12/2020).
Baca: Tes Covid-19 Harga Rp 25 Ribu Dicek Melalui Embusan Nafas, Hasil Akurat Dalam 3 Menit
Dia menyebut sebanyak lima ribu unit GeNose C19 telah siap didistribusikan pertengahan bulan Februari 2021.
Alatnya ini akan didistribusikan ke seluruh Indonesia.
Dia mengaku fleksibilitas penggunaan GeNose C19 memungkinkan penempatannya di bandara, stasiun, terminal, rumah sakit, perkantoran, tempat wisata, dan pusat perbelanjaan.
"Sehingga masyarakat diharapkan dapat beraktifitas dengan aman dan nyaman dalam rangka pemulihan ekonomi," ungkapnya.
Kehadiran alat ini sangat diapresiasi oleh Bambang. Sebab, GeNose C19 dapat memperkuat sistem surveillance 4T, yakni testing, tracing, tracking, serta treatment.
Baca: GeNose, Alat Deteksi Covid-19 dari UGM Kini Dapat Izin Edar Kemenkes, Berapa Biaya Untuk Sekali Tes?
Selain itu, gerakan 3 M tetap perlu dilakukan yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak guna meminimalkan penyebaran virus corona baru.
Dia menekankan, Indonesia perlu punya kemandirian dalam melakukan testing dan monitoring, terutama untuk skrining Covid-19.
Kalau untuk testing tidak lain kita lakukan dengan PCR yang merupakan gold standar.
"Namun, untuk skrining di sini, kemampuan kita dituntut melakukan inovasi melahirkan alat yang bisa melakukan skrining dalam waktu cepat, relatif nyaman, dan tingkat akurasi tinggi," kata dia.
Dia berharap dengan adanya inovasi ini dapat mendorong pemulihan ekonomi.
Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak hanya mendukung sektor kesehatan, tetapi juga dapat menunjang upaya untuk memulihkan kegiatan ekonomi.
Baca: GeNose Buatan UGM Bisa Mendeteksi Covid-19 dalam Waktu Kurang dari 2 Menit
"Terima kasih kepada tim peneliti UGM dalam membantu penanganan Covid-19 khususnya 4T. Kita harapkan hilirisasi berjalan mulus dan didukung Kemenkes supaya inovasi anak bangsa difasilitasi dan didukung juga oleh Satgas Covid-19," kata Bambang.
Produksi 10 ribu GeNose
Salah satu anggota tim pengembangan GeNose, Dian Kesumapramudya Nusantara, mengatakan,saat ini telah diproduksi 100 unit GeNose C19 yang semuanya telah terjual.
Selanjutnya akan kembali memproduksi 100 unit lagi di tahap selanjutnya dengan bantuan Kemenritek/BRIN.
"Insya Allah dengan bantuan beberapa institusi dan filantropi akan produksi sekitar 2 ribu akhir Januari dan 5 ribu pertengahan Februari dan targetnya bisa 10 ribu," kata.
Dengan produksi yang semakin meningkat, diharapkan GeNose dapat didistribusikan lebih luas lagi.
Baca: Mutasi Virus Corona Terdeteksi di Jateng, Ganjar: Harus Jauh Lebih Waspada, Tak Perlu Khawatir
Dengan begitu, bisa membantu penanganan Covid-19 terutama dalam deteksi cepat virus corona saat tracing dan tracking.
Dian turut menyampaikan cara penggunaan dan pemeliharaan GeNose C-19.
Dian mengatakan alat itu mudah untuk digunakan dan tidak memerlukan upaya pemeliharaan yang rumit.
Kemudian, untuk pengecekan dan pemeliharaan dapat dilakukan setelah pemeriksaan 150 ribu sampel nafas atau jika muncul gangguan.
"Untuk pembacaan saat deteksi, apabila positif disarankan melakukan pengambilan ulang hembusan napas kedua dalam waktu 30 menit setelah pengambilan pertama. Jika hasil konsisten positif disarankan melanjutkan pemeriksaan dengan PCR konfirmasi," katanya.
(Tribunnewswiki/Tyo/Kompas/Dian Ihsan)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Harga Satu Unit GeNose UGM Rp 62 Juta"