TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta masyarakat lebih waspada sehubungan dengan adanya mutasi D614G virus corona di Jateng.
Meski demikian, Ganjar mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah tengah menyiapkan vaksin Covid-19
Menyebarnya mutasi D614G di Jateng dan Yogyakarta ditunjukkan oleh hasil penelitian Tim Pokja Genetik FK-KMK UGM
"Kita udah mengikuti ini (mutasi virus corona) dan UGM sudah memperingatkan sejak September lalu. Jadi sebenarnya ada. Tapi tidak perlu khawatir, hanya sekarang kita harus jauh lebih waspada, minimal dari diri kita sendiri," kata, Senin (28/12/2020), dikutip dari Kompas.
Meski vaksin tengah disiapkan, kata Ganjar, masyarakat tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan karena pandemi belum berakhir.
"Meski vaksin sudah ada, tapi ingat bahwa vaksin yang sudah ada saat ini harus dioptimalkan. Apa itu, ya masker ini. Vaksin yang baik ya jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, karena inilah vaksin yang paling hebat. Kita tidak bisa bergantung hanya pada vaksin yang ada nanti," katanya.
Ganjar meminta masyarakat melakukan pengendalian diri masing-masing dan bertanggung jawab kepada keluarga serta lingkungan.
Baca: Mutasi D614G Virus Corona Terdeteksi di Indonesia, Menristek: Tak Perlu Panik Berlebihan
Kalau itu bisa dilakukan, kata dia, maka akan cepat memutus rantai penyebaran Covid-19.
Ganjar mengaku belum tahu apakah virus corona jenis baru sama seperti yang ada di Inggris.
Namun, beberapa minggu yang lalu Ganjar mengatakan sudah mendapatkan informasi mutasi virus ini.
"Artinya, dengan kondisi seperti ini, mari kita waspada. Ayo kita sendiri yang harus menjaga. Apakah virusnya menjadi lebih berbahaya, mudah menular saya kurang ahli soal ini. Tapi yang penting mari kita peduli dan menjaga diri sendiri agar aman," katanya.
Fakta-fakta mutasi D614G
Kelompok Penelitian Virus Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF) menemukan adanya mutasi virus corona D614G di Indonesia.
Mutasi D614G adalah jenis virus corona yang 10 kali lebih menular dibanding jenis lain.
Dikutip dari Kompas, berikut beberapa fakta mutasi D614
1. Ada di Indonesia sejak Maret 2020
Tim PNF menganalisis seluruh jenis virus corona di Indonesia dari data sekuens genom virus corona yang dimuat di Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID).
Baca: Mutasi Corona D614G Terdeteksi di Asia Tenggara dan 10 Kali Lebih Menular, Vaksin Tetap Efektif?
Mereka mendapati penyebaran virus corona jenis D614G sudah ada sejak SARS-CoV-2 pertama kali dikonfirmasi di Indonesia.
"Mutasi D614G sudah ada sejak awal virus (corona) itu di Indonesia, sejak Maret 2020. Perkiraan saya, sekarang lebih banyak lagi," kata Prof. Chairul Anwar Nidom yang merupakan ketua tim riset kepada Kompas.com, Sabtu (29/8/2020).
2. Paling dominan di dunia