Sekum FPI Munarman Dilaporkan, Polisi Mulai Selidiki Kasus dengan Panggil Pelapor

Dinilai menghasut karena sebut 6 laskar FPI tak miliki senjata api, Sekum FPI Munarman dilaporkan ke polisi oleh Ketua Barisan Ksatria Nusantara.


zoom-inlihat foto
kabid-humas-polda-metro-jaya-kombes-pol-yusri-yunus-ketika-ditemui.jpg
Kompas.com/Sonya Teresa
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus ketika ditemui di Polda Metro Jaya, Sabtu (12/12/2020)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sekretaris Umum (Sekum) FPI Munarman dilaporkan ke polisi soal pernyataannya mengenai senjata api yang dibawa oleh 6 laskar FPI yang tewas.

Munarman dilaporkan oleh Ketua Barisan Ksatria Nusantara Zainal Arifin ke Polda Metro Jaya.

Munarman disebut melakukan penghasutan karena mengelak 6 laskar FPI memiliki senjata.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, laporan atas Munarman sedang dilakukan penyelidikan.

Yusri mengatakan, penyidik berencana mengagendakan pemanggilan terhadap pelapor dan saksi-saksi untuk klarifikasi laporan itu.

Namun Yusri tak menyebutkan jadwal pemanggilan terhadap pelapor itu.

"Itu rencana tindak lanjutnya (panggil terlapor), kita atur dan jadwalkan dahulu (pemanggilan pelapor)," kata Yusri.

Baca: Penembakan 6 Laskar FPI Masih dalam Penyelidikan, Komnas HAM: Ada Bekas Peluru dan Senjata Tajam

Baca: Polisi Sita Mobil Komando FPI dan Ambulans saat Aksi 1812, Diduga untuk Provokasi

Setelah laporan diselidiki, polisi akan memanggil Zainal beserta saksi dan barang bukti dalam waktu dekat untuk mengklarifikasi laporan yang dibuat.

"Ke depan akan kami undang klarifikasi pelapor dan saksi dengan bawa bukti apa yang dilaporkan untuk bisa kita klarifikasi untuk kita lakukan pemeriksaan kepada terlapornya," kata Yusri.

Menurut dia, pemanggilan Zainal dan saksi serta membawa barang bukti merupakan rangkaian penyelidikan sebelum penyidik menggelar perkara terkait kasua yang dilaporkan.

"Kalau sudah lengkap kita akan gelar (perkara). Ini kan masih rencana penyelidikan. Pertama pasti akan kita undang pelapor dan saksi untuk kemudian kita bisa lakukan klarifikasi mengambil keterangan yang bersangkutan," tutup dia.

Sebelumnya, Zainal mengatakan jika pernyataan Munarman harus bisa dibuktikan secara hukum.

Baca: Diduga Lakukan Penghasutan karena Sebut Laskar FPI Tak Bawa Senpi, Munarman Dilaporkan Polisi

Baca: Sekum FPI Munarman Bantah Kepemilikin Senpi, Polisi: Jangan Mengeluarkan Berita Bohong

Jika tidak, Munarman bisa disebut sedang mengadu domba.

"Keterangan Munarman yang mengatakan bahwa yang meninggal tidak membawa senjata, yang meninggal tidak melawan aparat maka itu harus dibuktikan dengan hukum. Bahaya berbohong dan adu domba itu luar biasa. Bahwa fitnah itu lebih besar dampaknya daripada pembunuhan," ujar Zainal.

Menurut Zainal, berduka atau prihatin terhadap kasus yang dialami enam anggota Laskar FPI itu diperbolehkan.

Namun tidak menjustifikasi yang dapat menimbulkan kekisruhan.

"Itu kalau disampaikan terus-menerus narasi dibangun itu bisa akibatkan adu domba, perpecahan anak bangsa. Contohnya kemarin ada yang mau penggal kepala Kapolda, ada yang sebut polisi dajal, belum lagi demo-demo membawa senjata tajam," kata dia.

Zainal mengatakan, dia sudah menyertakan barang bukti berupa hasil tangkapan layar dan flash disk saat membuat laporan itu.

Pelaporan itu dibuat dengan harapan dapat membuat rasa aman dan nyaman bagi masyarakat guna menghindari perpecahan.

"Dalam rangka kita ingin menjaga keutuhan bangsa yang selama ini hiruk pikuk membuat masyarakat cemas, mencekam. Sekaligus kita dalam rangka menjaga kelangsungan negara Republik Indonesia yang hanya berdasarkan Pancasila dan UUD,"

"Oleh karena itu, pada hari ini kami dengan tegas meminta aparat penegak hukum, Polda Metro Jaya untuk menangkap Saudara Munarman," ucap Zainal.

(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Muhammad Isa Bustomi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Mulai Selidiki Laporan Terhadap Sekum FPI Munarman, Pelapor Segera Dipanggil"











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved