TRIBUNNEWSWIKI.COM - Berikut deretan ragam kontroversi Rizieq Shihab sejak kembali ke Indonesia pada 10 November 2020 lalu.
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab hampir selalu menjadi perhatian masyarakat.
Sosok Rizieq lekat dengan berbagai kontroversi, mulai dari kasus kerusuhan Monas di tahun 2008 yang berujung pemenjaraan dirinya, hingga kasus chat mesum dan penghinaan Pancasila di pada 2017.
Rizieq, yang proses hukumnya masih berjalan, kemudian terbang ke Arab Saudi pada April 2017 untuk melaksanakan umrah.
Namun, dirinya tak kembali hingga akhirnya pada 10 November 2020, pria 55 tahun ini pulang ke tanah air untuk menikahkan putri keempatnya Syarifah Najwa Shihab.
Kembalinya Rizieq disambut oleh banyak pendukungnya, hingga menimbulkan kemacetan di sekitar Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.
Bahkan, kerumunan simpatisan FPI masih terjadi beberapa hari kemudian dalam sejumlah acara yang dihadiri oleh Rizieq.
Serangkaian kerumunan
Kerumunan pertama terjadi di kawasan Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (10/11/2020) untuk menyambut kedatangan Rizieq.
Rizieq terlihat keluar dari Terminal 3 bandara sekitar pukul 09.50 WIB dan disambut oleh teriakan takbir para pendukungnya yang saling berhimpitan.
Kerumunan tersebut memicu kecaman dari publik karena dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.
Setiap warga diwajibkan untuk menaati protokol kesehatan, termasuk menjaga jarak, demi mencegah penularan virus SARS-CoV-2.
Tidak hanya di bandara, kerumunan massa juga terlihat di sekitar kediaman Rizieq di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Tiga hari kemudian, tepatnya pada 13 November 2020, kerumunan kembali terjadi di acara ceramah yang menghadirkan Rizieq, di pondok pesantren Markaz Syariah Pesantren Alam dan Agrokultur di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.
Sekitar 3,000 orang diperkirakan mengikuti kegiatan ini.
Keesokan harinya, sekitar 10,000 orang kembali berkumpul di kediaman Rizieq di Petamburan untuk menghadiri acara pernikahan Syarifah Najwa Shihab.
Imbas kerumunan
Sejumlah pejabat di wilayah DKI Jakarta kemudian dicopot imbas kerumunan yang melanggar protokol kesehatan tersebut. Selain itu juga tercatat adanya lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota.
Setidaknya lima pejabat dicopot karena dinilai lalai dalam menerapkan protokol kesehatan. Mereka adalah:
- Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sujana. Ia kemudian dimutasi menjadi Koordinator Staf Ahli Kapolri.