Hari Ini dalam Sejarah 23 Desember: Menderita Depresi, Vincent van Gogh Memotong Telinganya

Meski Vincent van Gogh saat ini dianggap sebagai seniman jenius, karya-karyanya tidak laku ketika dia masih hidup.


zoom-inlihat foto
lukisan-vincent-van-gogh.jpg
Wikimedia Commons
Lukisan Self-Portrait with Bandaged Ear yang menggambarkan Vincent van Gogh kehilangan cuping telinganya.

Meski Vincent van Gogh saat ini dianggap sebagai seniman jenius, karya-karyanya tidak laku ketika dia masih hidup.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pelukis Belanda, Vincent van Gogh, memotong bagian bawah teling kirinya pada 23 Desember 1888 atau tepat 132 tahun silam.

Vincent van Gogh memotongnya dengan sebuah pisau cukur saat dia berada di Arles, Prancis, dan menderita depresi parah.

Peristiwa itu kemudian digambarkan oleh Vincent van Gogh dalam sebuah lukisan masyhur berjudul Self-Portrait with Bandaged Ear.

Meski Vincent van Gogh saat ini dianggap sebagai seniman jenius, karya-karyanya tidak laku ketika dia masih hidup. Bahkan, hanya ada satu lukisannya yang terjual.[1]

Vincent van Gogh tahun 1873
Vincent van Gogh tahun 1873 (Wikimedia Commons)

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 22 Desember: Gempa Bumi Dahsyat di Damghan Menewaskan 200.000 Orang

  • Menjadi seniman


Vincent van Gogh lahir di Zundert, Belanda selatan, tanggal 30 Maret 1853 sebagai putra seorang pastor.

Pada tahun 1869 dia memperoleh pekerjaan pertamanya di Den Hague, bekerja pada sebuah perusahaan dalam bidang perdagangan benda-benda seni.

Dia mulai melakukan persuratan dengan adiknya, Theo, dan terus berlanjut hingga dia akhir hidupnya.

Pekerjaan ini membawanya ke London dan Paris, tetapi dia tidak tertarik bekerja pada perusahaan itu, dan kemudian diberhentikan tahun 1876.

Dia sempat juga menjadi guru di Inggris dan pastor di Belgia. Pada tahun 1880, ketika berumur 27 tahun, dia memutuskan menjadi seniman.

van Gogh berkeliling dan belajar menggambar dan melukis, dan menerima bantuan keuangan dari Theo.

Hasil karyanya yang paling masyhur pada periode ini adalah The Potato Eaters (1885) yang mencerminkan pengalamannya di antara para petani dan penambang yang miskin.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Fyodor Dostoevsky Diselamatkan dari Hukuman Mati pada Menit Terakhir


Pada tahun 1886 van Gogh pindah ke Paris, tempat adik laki-lakinya, Theo, tinggal.

Theo tidak hanya mendukung keuangannya, tetapi juga mengenalkannya kepada sejumlah seniman, termasuk Paul Gauguin, Camille Pisarro, dan Georges Seurat.

Dia terpengaruh oleh para pelukis itu, dan gaya seni van Gogh menjadi lebih cerah dan dia mulai menggunakan lebih banya warna.

Dua tahun kemudian van Gogh menyewa rumah di Arles, tempat dia berharap dapat mendirikan markas seniman dan mengurangi beban saudaranya.

Di sana van Gogh melukis pemandangan pedesaan yang cerah, termasuk serangkaian lukisan bunga mataharinya yang terkenal.

Gauguin kemudian datang ke Arles dan berkolaborasi dengan van Gogh selama hampur dua bulan.

Namun, muncul ketegangan dan pada 23 Desember 1888, ketika sedang menderita demensia, van Gogh mengancam dengan sebuah pisau cukur.

Dia kemudian justru menggunakan pisau itu untuk memotong cuping telinganya.

Setelah itu, dia membungkus bagian telinga yang lepas dan memberikannya kepada pelacur di rumah bordil terdekat.

van Gogh kemudian dirawat di rumah sakit di Arles dan memeriksakan diri ke lembaga penanganan kejiwaan.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 21 Desember 1971: Negara Uni Emirat Arab Didirikan

  • Masa-masa akhir


van Gogh berada di lembaga penanganan kejiwaan selama satu tahun.

Dalam suasana yang bergantian antara tenang dan putus asa, dia menghasilkan beberapa karya.

Karya-karya itu di antaranya The Starry Night, Garden of the Asylum, Cypresses, Olive Trees, Les Alpilles, potret dokter, dan penafsiran karya-karya Rembrandt, Delacroix, dan Millet.

Pada periode ini dia mengalami kesedihan dan takut kehilangan kontak dengan realitas.

Karena terkurung di tempat itu, dia tidak memiliki benda yang bisa dijadikan subjek lukisan. Padahal, dia bergantung pada pengamatan.

Oleh karena itu, dia sangat menggantungkan ingatannya agar bisa bekerja.

Dalam keputusasaan, van Gogh memutuskan menembak dirinya tanggal 27 Juli 1890. Dia meninggal dua hari kemudian pada usia 37 tahun.

Meski lukisannya hanya terjual satu buah ketika dia hidup, van Gogh saat ini dianggap sebagai seniman jenius.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Gangnam Style Jadi Video Pertama di YouTube yang Capai 1 Miliar Tayangan

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Vincent van Gogh Memotong Telinganya
Tanggal 23 Desember 1888
   


Sumber :


1. www.britannica.com
2. www.history.com
3. www.bbc.co.uk


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved