Apa yang diputuskan PSSI pun ternyata tidak sesuai dengan regulasi AFC.
Dalam regulasi AFC, terdapat poin wakil klub di suatu negara pertama merupakan juara liga.
Baca: Boaz Solossa
Setelah itu juara piala domestik, lalu peringkat kedua liga, peringkat ketiga liga, dan peringkat keempat liga.
Nah, Persipura Jayapura berada di peringkat ketiga dalam kompetisi akhir Liga 1 2019.
Seharusnya wakil Indonesia di Piala AFC 2021 adalah Persebaya Surabaya yang menjadi runner up Liga 1 2019.
Sama seperti PSM Makassar, Persebaya Surabaya juga tidak lolos klub lisensi AFC 2020.
Sehingga Bajul Ijo gagal tampil di kompetisi Asia.
Setelah polemik tiba, PSSI pun akhirnya berkoordinasi dengan AFC.
Federasi sepak bola Indonesia itu pun mengambil keputusan untuk memasukan Persipura Jayapura dan menggantikan Persija Jakarta.
“PSSI juga sudah meminta maaf atas kesalahan usulan sebelumnya,” kata Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, Minggu (20/12/2020).
Permintaan maaf PSSI diterima dengan baik oleh Persipura Jayapura.
Benhur Tomi Mano berharap PSSI bisa bekerja secara profesional dan tidak lagi mengulangi kesalahan di masa depan.
“Saya selaku Ketua Umum Persipura Jayapura menerima permintaan maaf PSSI,” kata Benhur Tomi Mano.
“Semoga hal-hal seperti itu tidak terulang kembali,” tutupnya.
(Tribunnewswiki.com/Ris)
Sebagian artikel tayang di Bolasport.com berjudul Lempar Masalah Pada AFC, PSSI Dinilai Tak Cakap Urus Sepakbola Nasional