Fakta Vaksin Covid-19 Buatan China: Harga Jauh di Atas Vaksin Buatan Oxford hingga Diplomasi Vaksin

Kedua vaksin Covid-19 produksi perusahaan farmasi asal China ini adalah Sinovac dan Sinopharm dan sudah mulai diekspor ke luar negeri.


zoom-inlihat foto
vaksin-china-002.jpg
GETTY IMAGES VIA BBC
Perusahaan farmasi asal China, Sinovac, sudah mengekspor vaksin buatanya ke 5 negara, termasuk Indonesia. Berikut fakta vaksin Covid-19 buatan China, Sinovac dan Sinopham.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Saat ini, sejumlah negara, termasuk China, turut dalam perlombaan global untuk memproduksi vaksin Covid-19.

China tampaknya telah membuat langkah besar, dengan dua vaksin yang menjadi terdepan dalam 'perlombaan' itu, demikian dalam laporan BBC, Kamis (17/12/2020) lalu, 

Kedua vaksin Covid-19 produksi perusahaan farmasi asal China ini adalah Sinovac dan Sinopharm dan sudah mulai diekspor ke luar negeri.

Vaksin Sinovac sudah dikirimkan setidaknya ke lima negara: Indonesia, Singapura, Turki, Brasil, dan Cile.

Sedangkan Sinopharm sudah diekspor ke dua negara Timur Tengah, yakni Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Tetapi kedua perusahaan farmasi China itu belum menyelesaikan uji coba tahap akhir.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apa yang diketahui tentang vaksin China dan bagaimana vaksin ini dibandingkan dengan yang dikembangkan di tempat lain?

Baca: Satgas Covid-19 Belum Mengetahui Jenis Vaksin yang Akan Diberikan Secara Gratis

vaksin china 001
Data perbandingan beberapa vaksin Covid-19 dalam bentuk grafik.

Hal lain yang terungkap dalam laporan BBC tersebut adalah Presiden China Xi Jinping memakai vaksin ini yang memunculkan istilah "diplomasi vaksin" dengan cara menawarkan pinjaman $ 2 miliar untuk benua Afrika dan $ 1 miliar kepada negara-negara Amerika Latin dan Karibia untuk membeli vaksin. 

Fakta lainnya soal harga vaksin Sinovac yang ternyata jauh lebih tinggi dibandingkan harga vaksin Covid-19 lainnya.

Baca: Jokowi: Vaksin Diberikan Gratis kepada Seluruh Rakyat, Tak Ada Kaitannya dengan Kepesertaan BPJS

Bagaimana Cara Kerja Vaksin Sinovac?

Perusahaan biofarmasi yang berbasis di Beijing, Sinovac, mendukung CoronaVac, vaksin yang tidak aktif.

Ia bekerja dengan menggunakan partikel virus yang dimatikan untuk mengekspos sistem kekebalan tubuh terhadap virus tanpa risiko respons penyakit yang serius.

Ilustrasi vaksin covid-19.
Ilustrasi vaksin covid-19. (MIRROR)

Sebagai perbandingan, vaksin Moderna dan Pfizer yang dikembangkan di Barat adalah vaksin mRNA.

Ini berarti bagian dari kode genetik virus corona disuntikkan ke dalam tubuh, memicu tubuh untuk mulai membuat protein virus, tetapi tidak seluruh virus, yang cukup untuk melatih sistem kekebalan untuk menyerang.

"CoronaVac adalah metode vaksin yang lebih tradisional yang berhasil digunakan di banyak vaksin terkenal seperti rabies," kata Associate Prof Luo Dahai dari Nanyang Technological University kepada BBC.

Baca: Gelombang Penolakan Meluas, Otoritas Brasil Pertanyakan Transparansi Vaksin Sinovac, Ini Alasannya

"Vaksin mRNA adalah jenis vaksin baru dan saat ini tidak ada contoh yang berhasil di antaranya digunakan dalam populasi," tambah Prof Luo.

Di atas kertas, salah satu keunggulan utama Sinovac adalah dapat disimpan di lemari es standar pada suhu 2-8 derajat Celsius, seperti vaksin Oxford, yang dibuat dari virus rekayasa genetika yang menyebabkan flu biasa pada simpanse.

Ilustrasi pasien covid-19 yang disuntik vaksin covid-19.
Ilustrasi pasien covid-19 yang disuntik vaksin covid-19. (MIRROR)

Sementara vaksin merk Moderna perlu disimpan pada suhu -20C dan vaksin Pfizer pada -70C.

Artinya, vaksin Sinovac dan Oxford-AstraZeneca jauh lebih berguna bagi negara tropis seperti Indonesia yang mungkin tidak dapat menyimpan vaksin dalam jumlah besar pada suhu rendah seperti itu.

Seberapa Efektif Vaksin Buatan China?





ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved