"Takutnya suatu hari nanti tiba-tiba ada kiai besar punya pengaruh,"
"Karena atas nama kebencian terhadap negara, kemudian bawa-bawa 'mimpi Rasul' dan bilang bahwa Rasul kasih restu supaya berjihad melawan polisi atau negara. Kan bisa bahaya kalau itu dibiarkan," tegasnya.
Lebih lanjut, Husein menegaskan bukannya tak mempercayai orang yang bermimpi Rasulullah.
Namun, akan lebih baik jika hal itu tidak diumbar.
Karena, jika diumbar akan menjadi fitnah.
Baca: Diminta Jadi Pengacara Rizieq Shihab, Hotman Paris Kebingungan Untuk Bersikap
Baca: Habib Rizieq Tulis Surat untuk Istri dan Anak: Akan Berpuasa Tiap Hari, Minta Kurma untuk Sahur
"Bukan kita enggak percaya orang yang mimpi Rasulullah ya,"
"Kan zaman kakek nenek, habib dan ulama terdahulu juga pernah mimpi. Ada yang bilang 'apa kamu sama aja mau bilang pemimpi Rasulullah itu jangan dipercaya? Bukan begitu juga maksudnya, ini kan konteksnya beda,"
"Bukan lalu kita enggak percaya orang mimpi Rasulullah, kita percaya kok, tapi kan enggak diumbar. Kalau diumbar kan jadi fitnah akhirnya," lanjutnya.
(TribunnewsWiki.com/Restu, TribunJakarta.com/Reza Deni)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Polisikan Haikal Hassan karena Mengaku Bertemu Rasulullah, Pelapor: Berbahaya untuk Demokrasi