TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tahun 2020 adalah periode yang identik dengan pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia.
Masyarakat dunia disibukkan terhadap penanganan terkait penularan virus Corona atau Covid-19.
Dimulai sejak akhir tahun 2019, hingga kini 2020 hampir berjalan penuh, Covid-19 masih menjadi salah satu musuh bersama masyarakat dunia untuk dihentikan bersama.
Pandemi Covid-19 pun pada akhinya menggangu berbagai macam sektor kehidupan, tak terkecuali olahraga.
Sepak bola menjadi salah satu cabang olahraga yang terganggu, secara aktivitas keolahragaan, jadwal perhelatan hingga efek ekonominya akibat pandemi ini.
Ada beberapa liga atau turnamen yang tertunda atau bahkan dihentikan karena penularan virus Corona.
Baca: Kaleidoskop MotoGP 2020: Cedera dan Tiga Kali Operasi Memaksa Marc Marquez Absen Semusim
Ribuan pesepak bola di dunia pun hilang pekerjaan atau aktivitas mereka untuk memenuhi periuk nasi pun terganggu selama Covid-19.
Bahkan, banyak pula klub-klub mulai mengirit kas mereka dan bahkan sebagian terpaksa vakum selama pandemi Covid-19.
Meski begitu, ternyata aktivitas transfer atau jual beli pemain di kiblat sepak bola dunia, Eropa masih cukup tinggi dan tetap menyedot biaya besar di tengah pandemi saat ini.
Lantas, selama pandemi Covid-19 ini, transfer pemain dari klub mana saja yang memakan biaya besar?
Berikut Tribunnewswiki.com rangkumkan 5 transfer pemain bola termahal pada 2020 atau selama pandemi Covid-19 :
Kai Havertz
Chelsea merampungkan transfer Kai Havertz yang bernilai 80 juta euro atau 72 juta pounds (sekitar Rp1,3 triliun) pada bursa transfer musim panas 2020 lalu, dari Bayern Leverkusen.
Kai Havertz dinilai akan mengatasi tiga masalah yang dihadapi pelatih The Blues, Frank Lampard.
Chelsea sendiri sebelumnya telah mengejar tanda tangan Kai Havertz di sepanjang musim panas lalu.
Terdapat beberapa alasan mengapa Chelsea sangat ingin mendatangkan Havertz ke Stamford Bridge meski harus membayar mahal sekaligus menunggu lama.
Meski begitu, permainan gelandang serang Timnas Jerman tersebut belum lah terlalu bagus di Chelsea.
Dirinya masih membutuhkan adaptasi yang lama di sepak bola Inggris.
Selain itu, selama di Chelsea, Havertz sering dipasang sebagai sayap dan bukan sebagai gelandang No. 10 atau penyerang bayangan yang merupakan posisi naturalnya.
Baca: Kaleidoskop 2020: Ragam Turnamen Besar Olahraga Dunia Terpaksa Tunda Jadwal akibat Pandemi Covid-19
Arthur Melo