TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pandemi Covid-19 telah melanda dunia kurang lebih selama tahun 2020 ini.
Berbagai negara belahan dunia telah mengetatkan aktivitas masyarakatnya untuk mencegah penularan Covid-19.
Sistem kesehatan di beberapa negara banyak yang kelimpungan, sementara perekonomian tertunduk lesu akibat pembatasan gerak manusia selama penanggulangan pandemi Covid-19 hingga kini.
Calon vaksin Covid-19 pun kini mulai bermunculan dari beberapa negara dan lembaga, meski tuntasnya pandemi Covid-19 ini secara global diprediksi masih akan memakan waktu yang lama pada tahun 2021 kedepan.
Virus Corona atau pandemi Covid-19 sendiri bermula dari sebuah kota di China bagian selatan, Wuhan.
Kota di Provinsi Hubei itu pun sempat menyita perhatian dunia, lantaran penularan Covid-19 terpantau cukup mencekam dan memakan korban cukup banyak disana.
Meski pemerintah China telah berusaha menanggulangi penyebaran virus, nyatanya Covid-19 tetap menyebar dan ditambah lagi, pergerakan antar masyarakat di era globalisasi semakin mempermudah penularan Corona diawal-awal masa pandemi.
Dunia internasional pun menekan pemerintahan China yang dituding sengaja menutup-nutupi awal mula penyebaran virus Corona ini dan menolak penyelidikan independen dari WHO terkait asal muasal penyebaran virus ini pada awal tahun 2020 lalu.
Kini pandemi Covid-19 telah mendunia dan mirisnya, justru sekarang Wuhan sebagai episenter virus Corona justru mulai pulih kembali, ketika negara-negara lain masih kelimpungan dengan wabah ini.
BBC melaporkan, sebelumnya, Beijing enggan menyetujui penyelidikan independen dan butuh waktu berbulan-bulan untuk bernegosiasi agar WHO diizinkan mengakses kota itu.
Baca: Satgas Covid-19 Belum Mengetahui Jenis Vaksin yang Akan Diberikan Secara Gratis
Menurut keterangan WHO, sebuah tim yang terdiri dari 10 ilmuwan internasional akan melakukan perjalanan ke kota Wuhan di China pada bulan depan untuk menyelidiki asal-usul Covid-19.
Virus tersebut diduga berasal dari pasar di kota Wuhan yang menjual hewan-hewan beraneka rupa.
Namun pencarian asal usul sumber corona tersebut telah menimbulkan ketegangan, terutama dengan AS.
Pemerintahan Presiden Donald Trump menuduh China berusaha menyembunyikan awal terjadinya wabah corona.
Dan diskursus untuk mencari sebab awal dimana virus Corona bermula pun sedikit mengabur, karena AS dan China selama beberapa bulan terakhir justru saling tuduh terkait aktor dibalik wabah yang merebak di seluruh dunia hingga ini.
Seorang ahli biologi dalam tim yang melakukan perjalanan ke Wuhan mengatakan kepada kantor berita Associated Press, bahwa WHO tidak berusaha untuk menyalahkan siapa pun, melainkan untuk mencegah wabah di masa depan.
Artinya, investigasi WHO disebutkan tidak untuk menetapkan siapa aktor awal dari kekacauan dunia akibat pandemi Covid-19, seperti yang dikhawatirkan China jika penyelidikan ini bertujuan untuj memframing negara mereka sebagai "dalang" pandemi.
"Ini benar-benar bukan tentang menemukan negara yang bersalah," kata Fabian Leendertz dari Robert Koch Institute Jerman.
"Ini tentang mencoba memahami apa yang terjadi dan kemudian melihat apakah, berdasarkan data tersebut, kami dapat mencoba mengurangi risiko di masa depan," tambahnya.
Mengutip BBC, Dr Leendertz mengatakan tujuannya adalah untuk mengetahui kapan virus mulai beredar dan apakah itu berasal dari Wuhan atau tidak.