Gelombang Penolakan Meluas, Otoritas Brasil Pertanyakan Transparansi Vaksin Sinovac, Ini Alasannya

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro mengatakan vaksin Covid-19 dari perusahaan China, Sinovac tidak transparan terkait izin pembuatannya.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-vaksin-flu.jpg
Tribunnews.com
Ilustrasi vaksin Covid-19. Di Brasil, vaksin Sinovac buatan China, vaksin yang juga dipakai Indonesia, mendapat penolakan.


Seorang perwakilan Sinovac menolak berkomentar tetapi merujuk pada konferensi pers pada Oktober lalu saat seorang pejabat kesehatan China mengatakan, peluncuran inokulasi darurat setelah tinjauan yang ketat serta sesuai dengan hukum China dan aturan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Vaksin ini menunjukkan, "Keamanan dan imunogenisitas yang sangat baik dalam uji klinis Fase 1 dan Fase 2," kata pejabat kesehatan China itu.

CoronaVac sedang menjalani pengujian Tahap 3 di Sao Paulo saat ini.

Gubernur Sao Paulo mengatakan pada Senin (14/12), data kemanjuran akan rilis pada 23 Desember, delapan hari lebih lambat dari rencana awal, untuk memungkinkan ukuran sampel yang lebih besar dan analisis yang lebih lengkap.

Selain dipertanyakan oleh otoritas, gelombang penolakan vaksin dari Sinovac juga semakin meluas di warga Brasil hingga kini.

Diragukan oleh AS

Meski vaksin Sinovac sudah mendarat di berbagai negara dan disebut siap untuk dipakai, ahli medis di Amerika Serikat khawatir dengan rekam jejak  perusahaan pembuat vaksin asal China tersebut.

Menurut keterangan Washington Post, Sinovac ternyata memiliki sejarah penyuapan di China.

Persoalan suap ini memang bukan di era vaksin Covid-19.

Skandal penyuapan terungkap pada 2016 silam, di mana Sinovac menyuap Badan Pengawas Obat dan Makanan China.

Dan teernyata suap tersebut ternyata terkait dengan izin pengembangan vaksin SARS pada 2003 dan flu babi pada 2009.

Sinovac juga mengakui kasus suap yang melibatkan pemimpinnya, Weidong Yin.

Baca: Amnesty International Khawatir Banyak Negara Kaya Berlomba Riset & Belanja Vaksin Covid-19, Ada Apa?

Perusahaan menyebutkan tak bisa menolak permintaan sejumlah uang dari pejabat saat itu sehingga mau tidak mau terjadilah penyuapan.

Yin yang juga merupakan pendiri dan kepala eksekutif perusahaan juga mengaku telah membayar suap lebih dari US$ 83.000 periode 2002-2011.

Sebagai imbalannya, pejabat regulasi akan mengupayakan sertifikasi vaksin Sinovac untuk SARS, flu burung, dan flu babi.

Ilustrasi vaksin Covid-19.
Ilustrasi vaksin Covid-19. (SHUTTERSTOCK/solarseven)

Rekam jejak penyuapan ini pun banyak disoroti, terlebih diketahui bahwa Sinovac belum mengumumkan kadar kemanjuran dari vaksin yang mereka kembangkan.

Berbeda dengan dua produsn lainnya seperti  Moderna dan Pfize yang menyebutkan lebih dari 90% vaksin mereka efektif dalam analisis awal.

Menurut pakar medis, Sinovac memang tidak pernah terlibat dalam skandal keamanan soal vaksin.

Perusahaan ini juga tidak terbukti bahwa salah satu vaksin yang disetujui dalam kasus penyuapan adalah salah.

“Namun fakta bahwa perusahaan memiliki sejarah penyuapan menimbulkan keraguan panjang atas klaim data yang tidak dipublikasikan dan tidak ditinjau oleh rekan sejawat tentang vaksinnya,” kata Arthur Caplan, Direktur  tika Medis New York University Langone Medical Center.

(Tribunnewswiki.com/Ris)





Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved