Kapolda Metro Jaya Bandingkan Kasus Kerumunan dengan Perampokan: Ujungnya Korban Sama-sama Mati

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran: perampokan kita sebut raja tega, mati karena kerumunan bias saja


zoom-inlihat foto
kapolda-metro-jaya-irjen-fadil-imran-bersama-pangdam-jaya-mayjen-dudung-abdurachman.jpg
Tribunnews/JEPRIMA
ILUSTRASI - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran bersama Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman memberikan pernyataan saat menggelar rilis kasus dugaan penyerangan anggota polisi oleh pendukung Front Pembela Islam (FPI) di Gedung Direskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2020). Pada rilis tersebut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran Fadil Imran menyebutkan bahwa pada peristiwa penyerangan tersebut polisi terpaksa menembak karena merasa terancam oleh beberapa orang dari kelompok pendukung FPI yang menyebabkan 6 orang dari kelompok FPI meninggal dunia. Tribunnew/Jeprima


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyoroti kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

Fadil membandingkan respon masyarakat terhadap kerumunan sosial dan kasus perampokan.

Padahal, menurut Fadil, keduanya memiliki dampak yang sama, yaitu kematian.

“Saya memberi contoh sederhana. Ada satu perampokan disertai pemerkosaan sehingga menyebabkan terbunuhnya satu keluarga. Respons sosial Anda, reaksi Anda terhadap kasus ini pasti kan luar biasa. (Reaksinya) kasihan melihat berdarah-darah, sadis, pasti pemberitaannya bisa berseri-seri itu di media. (Pembunuhnya disebut) raja tega,” ujar Fadil di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/12/2020), dikutip Kompas.com.

Namun, respon masyarakat menjadi berbeda melihat kasus Covid-19.

Padahal, kerumunan massa juga bisa memicu korban jiwa.

"Sama dengan kerumunan. Ujungnya sama-sama mati," kata Fadil.

Baca: 7 Kasus Hukum Rizieq Shihab, Terbaru Picu Kerumunan Massa : 3 Kali Tersangka, 5 Kali Terlapor

ILUSTRASI - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (20/11/2020). Irjen Fadil mendukung langkah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menurungkan baliho Habib Rizieq.
ILUSTRASI - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (20/11/2020). Irjen Fadil mendukung langkah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menurungkan baliho Habib Rizieq. (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

"Mortality rate-nya (akibat Covid-19) sekitar 1,3 persen. Setiap hari yang meninggal di Jakarta (karena Covid-19) 3-4 orang, bahkan lebih. Apa yang terjadi? Perasaan kita merasa biasa-biasa saja, padahal ini mati ini."

Karena bisa menyebabkan korban, Fadil merasa harus menindak tegas orang yang menimbulkan kerumunan.

“Yang dapat menyebabkan korban, baik keselamatan jiwa maupun korban fisik karena sakit, kerugian materiil, ya harus kami tindak,” ujar Fadil.





Halaman
1234






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved