Menlu Korea Selatan Ragu Korut Bebas Covid-19, Kim Yo Jong Marah: Dia Harus Membayar Mahal

Kim Yo Jong marah pada Menlu Korsel, Kang Kyung-wha, karena meragukan Korea Utara 0 kasus Covid-19


zoom-inlihat foto
kim-jong-yo-kim-jo-yong.jpg
AFP/POOL/JORGE SILVA
Kim Yo Jong, adik perempuan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menghadiri sebuah acara di Ho Chi Minh Mausoleum, Hanoi, 2 Maret 2019.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Adik pemimpin tertinggi Kim Jong Un, Kim Yo Jong, mengancam Menteri Luar Negeri Korea Selatan.

Ancaman tersebut diberitakan media pemerintah, Rabu (9/12/2020) waktu setempat.

Berdasarkan laporan NK News, Kim Yo Jong tampaknya tengah menanggapi pidato Menlu Korsel, Kang Kyung-wha, pada 5 Desember 2020.

Kala itu Kang meragukan Korea Utara bebas dari Covid-19.

Alhasil, pernyataan tersebut membuat Kim Yo Jong marah.

Adik pemimpin tertinggi Korea Utara itu mengatakan Kang Kyung-wha harus membayar mahal perkataannya.

Memang kondisi Covid-19 di Korea Utara menjadi kontroversi.

Korea Utara telah berulang kali mengklaim tidak memiliki infeksi virus korona.

Kim Jong Un juga melontarkan klaim yang sama selama pidato parade militernya pada 10 Oktober.

Akan tetapi, negara totaliter itu telah menerapkan sejumlah pembatasan dan penguncian yang cukup ketat.

Bahkan mereka resmi melarang perjalanan antar provinsi.

Kim Jong Un Perintahkan Tembak Mati Siapa Saja yang Dekati Perbatasan

Gambar tak bertanggal yang dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 14 Oktober 2020 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) sedang memeriksa lokasi rehabilitasi di daerah Komdok di Provinsi Hamgyong Selatan, yang rusak akibat topan. (KCNA VIA KNS / AFP)
Gambar tak bertanggal yang dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 14 Oktober 2020 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) sedang memeriksa lokasi rehabilitasi di daerah Komdok di Provinsi Hamgyong Selatan, yang rusak akibat topan. (KCNA VIA KNS / AFP) (KCNA VIA KNS / AFP)

Baca: Geger Gambar Kim Jong Un ada di Kertas Rusak, Korea Utara Buru Pelaku dan Siapkan Hukuman Berat

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, memerintahkan tentara untuk menembak siapa saja yang mendekati perbatasan Korea Utara-China.

Kabar tersebut disampaikan oleh seorang pejabat Pyongyang Utara, kepada Radio Free Asia (RFA), seperti diberitakan NZ Herald, Sabtu (5/12/2020).

"Saat menjaga perbatasan dengan mulus dari darat, di udara, dan di laut, pihak berwenang memerintahkan tentara untuk menembak siapa pun yang mendekati perbatasan tanpa syarat, terlepas dari siapa orangnya atau alasan mereka berada di daerah tersebut. Ini merupakan ancaman mutlak bagi warga daerah perbatasan," kata sumber itu.

Langkah tegas diambil Kim Jong Un demi mencegah masuknya Covid-19 ke negaranya.

"Perintah Komite Sentral untuk membunyikan peringatan berarti kami memperingatkan orang-orang bahwa mereka yang melanggar aturan akan dieksekusi dengan regu tembak," lanjutnya.

Sumber tersebut mengatakan eksekusi publik bukanlah metode langka bagi pemerintah Korea Utara untuk menakut-nakuti warga agar patuh.

Baca: Kejadian Langka, Pejabat Korea Utara Sudah Miliki Twitter, Diduga Jadi Kendaraan Propaganda Terbaru

Kendati demikian, kasus Covid-19 ini istimewa.

Pasalnya, sebelumnya pemerintah tak pernah menembak langsung orang yang mendekati perbatasan.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Conny Dio

    Conny Dio merupakan penyanyi rock Indonesia
Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved