TRIBUNNEWSWIKI.COM - Penembakan 6 anggota FPI oleh polisi terus menjadi tanda tanya terkait kebenaran ceritanya.
Pasalnya, keterangan yang diberikan oleh FPI dan pihak kepolisian berbeda.
FPI mengaku tidak pernah menggunakan senjata tajam, bahkan senpi.
Namun, dari pihak kepolisian mengungkapkan, penembakan terjadi karena 6 anggota FPI yang juga pengawal Rizieq Shihab tersebut terpaksa ditembak karena melawan.
Tanda tanya besar pun muncul saat CCTV di lokasi kejadian mati pada hari terjadinya penyerangan dan penembakan tersebut.
Meskipun pada saat itu, ada seorang warga yang mengaku tau adanya tembakan di sekitar Rest Area KM 50 tol Jakarta - Cikampek.
Warga sekitar bernama Agus mengatakan, ia beberapa kali mendengar suara tembakan.
Tembakan tersebut, menurutnya, terdengar cukup jelas.
Baca: Polisi: Mobil Simpatisan HRS Nabrak dan Menembak, Munarman: Fitnah Besar, FPI Tak Pernah Pakai Senpi
Baca: Kasus Penembakan Anggota FPI Sisakan 7 Kejanggalan Ini, IPW: Bentuk Tim Pencari Fakta, Copot Kapolri
Hanya saja, ia tak tahu persis apa yang terjadi.
Warga yang berada di rest area mengira ada penangkapan teroris.
Agus pun menuturkan jika tembakan yang didengarnya terjadi berkali-kali.
"Dengar (tembakan), ti payun (di depan), sebelum jembatan. Enggak keitung sih," ujar Agus saat ditemui di Rest Area KM 50 Tol Jakarta - Cikampek, Senin.
Menurut Agus, sejumlah polisi juga terlihat berjaga di sekitar rest area.
"Saya pulang pukul 02.00 WIB, begitu Brimob datang," kata dia.
CCTV Mati
Terkait penembakan 6 anggota FPI yang terjadi pada Senin (7/12/2020), di media sosial viral akan unggahan foto CCTV di sekitar lokasi kejadian mati.
Beberapa CCTV yang tak berfungsi berada di KM 49+000, 54+000, 61+000, 67+000, 69+000, 70+000, 71+000, dan Gerbang Tol Cikampek.
Dalam tangkapan layar tersebut tertulis keterangan bahwa kamera CCTV sedang dalam perbaikan.
Dalam narasi yang beredar di media sosial, sejumlah warganet mempertanyakan keberadaan CCTV di Tol Cikampek-Jakarta.
Baca: Soal Baku Tembak di Tol Cikampek, Polisi dan FPI Beda Keterangan, Berikut Kronologi Lengkapnya
Baca: 6 Anggota Tewas Tertembak, FPI Sesalkan Pengakuan Polisi, Minta Tanggung Jawab Pihak yang Terlibat
Pasalnya, pada Senin (7/12/2020) subuh terjadi kasus penembakan di Kilometer 50, yang menewaskan enam simpatisan Pemimpin Front Pembela Islan (FPI) Rizieq Shihab.
Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga Dwimawan Heru membenarkan bahwa sejumlah CCTV di Jalan Tol Cikampek-Jakarta sedang dalam perbaikan.
"Beberapa CCTV di wilayah Jalan Tol Jakarta-Cikampek saat ini sedang dilakukan perbaikan, akibat putusnya kabel fiber optic, pada wilayah ruas antara Karawang Barat sampai Cikampek."
Selain itu, pihak Jasa Marga juga mengaku tak memiliki informasi terkait peristiwa penembakan antara polisi dan simpatisan Rizieq Shihab di kawasan Jalan Tol Cikampek-Jakarta.
“Terkait dengan pertanyaan tentang adanya kejadian khusus di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada dini hari tadi, kami sampaikan bahwa kami tidak memiliki informasi tentang kejadian tersebut,” ujar Heru.
Sebelumnya diberitakan, polisi menembak 6 dari 10 orang yang disebut sebagai simpatisan Pemimpin FPI Rizieq Shihab di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di Kilometer 50, pada Senin dini hari.
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, penembakan terhadap 6 orang tersebut karena diduga melakukan penyerangan terhadap jajarannya yang sedang menjalankan tugas penyelidikan kasus Rizieq.
Ketua DPW FPI Karawang Tomi Miftah Farid menolak memberi tanggapan perihal tewasnya keenam orang itu.
Ia menyebut yang berhak memberikan tanggapan adalah DPP FPI.
Meski begitu, dia meminta anggota dan laskar FPI di Karawang tetap tenang, tidak gegabah dalam bertindak.
(TribunnewsWiki.com/Restu, Wartakotalive.com)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Warga Sebut Jumlah Tembakan Saat Penangkapan Laskar FPI Tak Terhitung, Dikira Penangkapan Teroris