Beda Pilihan dalam Pilkada 2020, Tiga Keluarga Diusir dari Kontrakan oleh Pemilik Bangunan

Beda pilihan pilkada dengan pemilik bangunan, tiga keluarga di Kota Solok, Sumatera Barat, diusir dari kontrakan.


zoom-inlihat foto
pilkada-20200.jpg
Apahabar.com via Tribunnews.com
Ilustrasi Pilkada 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tiga keluarga di Kandang Aur, Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Sumatera Barat, diusir dari rumah kontrakan mereka karena alasan politik.

Tiga keluarga tersebut mengaku diusir dari rumah kontrakan mereka pada Sabtu (5/12/2020) karena berbeda pilihan dalam Pilkada.

Pengusiran itu dilakukan karena pemilik tanah tempat tiga kepala keluarga itu tinggal berbeda pilihan calon di Pemilihan Wali Kota Solok 2020.

Bahkan, tiga kepala keluarga itu hanya diberi waktu dua hari untuk pindah dari kontrakan tersebut.

Salah satu kepala keluarga, Misriyanto menuturkan, ia didatangi oleh pemilik rumah dan disuruh untuk pergi.

Jika ia dan 2 keluarga lain tak pergi, maka bangunan kontrakan tersebut akan dibongkar.

"Kami didatangi oleh pemilik bangunan rumah, ia mengatakan kalau kami tidak pindah dalam dua hari bangunan akan dibongkar oleh si pemilik. Alasannya hanya beda pilihan," ujar Misriyanto yang dikutip dari Kompas.com, Minggu (6/12/2020).

Baca: Jelang Pilkada Jateng 2020, Berikut Tata Cara Pemilih Mencoblos di TPS

Baca: Viral Video Debat Paslon Bupati Bengkulu Utara Sponton Pilih Rakyat Susah daripada Pejabat Susah

Menurut Misriyanto, selain dirinya ada dua keluarga yang juga tetangganya ikut diusir karena sama-sama memilih paslon yang sama.

Misriyanto pun menyebutkan jika pengusiran tersebut bisa dicegah jika ia dan dua keluarga lain ikut memilih sesuai pilihan sang pemilik bangunan.

Namun sayangnya, Misriyanto dan dua tetangganya sudah terlanjur masuk ke tim relawan.

"Kalau saya memilih paslon yang sesuai dengan pemilik, tidak akan diusir. Kami masuk tim relawan sehingga ketahuan berbeda dengan pemilik," jelas Misriyanto.

Dikatakan Misriyanto, dia sebenarnya jatuh tempo pembayaran kontrak rumah masih lama, namun kerena tidak ingin terjadi konflik terpaksa pindah.

"Padahal jatuh tempo kami membayar masih lama. Tetangga saya yang satu lagi aman, tidak diusir karena KTP-nya kabupaten, bukan Kota Solok Jadi aman dia," kata Misriyanto.

Misriyanto sudah 3 tahun tinggal di rumah tersebut, tapi tidak ada masalah dengan pemilik.

Namun karena pilkada akhirnya terpaksa pindah.

Baca: 30 Polisi Pengaman Pilkada di Jateng Reaktif Covid-19, Kini Jalani Isolasi Mandiri

Baca: Debat Terakhir Pilkada Solo 2020: Gibran dan Bagyo Saling Sindir pada Segmen Akhir

Misriyanto mengaku saat ini sudah mendapat bantuan rumah kontrakan lain termasuk untuk dua tetangga.

"Alhamdulilah kami ada yang bantu mencarikan rumah yang lain, meski tidak lagi berdekatan atau tetanggaan lagi karena rumah yang kami dapat ini beda-beda lokasi. Yang penting ada rumah, karena mayoritas pekerjaan kami di sini hanya pedagang, ada juga yang serabutan," ucap Misriyanto.

Ketua RT setempat Yurizal mengatakan, ada tiga keluarga yang pindah dari rumah di wilayahnya itu.

"Yang saya ketahui mereka memang pindah. Saya dengar masalah Pilkada," kata Yurizal.

(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Perdana Putra)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beda Pilihan Pilkada, 3 Keluarga di Solok Diusir dari Kontrakan"





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved