Kronologi OTT Bupati Banggai Laut oleh KPK: Terima Suap dari Rekanan, Dana Telah Terkumpul Rp 1 M

Selain Wenny, KPK menetapkan Recky Suhartono Godiman, orang kepercayaan Wenny, dan Direktur PT Raja Muda Indonesia Hengky Thiono sebagai tersangka.


zoom-inlihat foto
ott-kpk-bupati-banggai-laut-wenny-bukamo-3.jpg
Tribunnew/Jeprima
Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan barang bukti uang tunai kasus korupsi yang melibatkan Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (4/12/2020). KPK menyita uang hasil suap dari sejumlah rekanan proyek di Kabupaten Banggai Laut sebesar Rp 1 miliar yang telah dikumpulkan sejak September hingga November 2020 yang dikemas di dalam kardus dan disimpan di rumah HTO (Hengky Thiono, Komisaris PT Bangun Bangkep Persada).


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang/kasa Pemkab Banggai Laut, Sulawesi Tengah.

Selain Wenny, KPK menetapkan enam orang lainnya juga sebagai tersangka.

Penetapan enam orang tersangka tersebut merupakan hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada Kamis (3/12/2020).

"KPK menetapkan enam orang tersangka, sebagai penerima WB (Wenny Bukamo)," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam konferensi pers, Jumat (4/12/2020).

Mereka adalah Recky Suhartono Godiman, orang kepercayaan Wenny; dan Direktur PT Raja Muda Indonesia Hengky Thiono sebagai tersangka penerima suap.

Baca: OTT Bupati Banggai Laut, KPK Sita Uang Rp 2 Miliar dalam Kardus

Baca: IDI Sebut Ada 342 Tenaga Medis yang Meninggal karena Positif Covid-19

tiga tersangka pada kasus korupsi yang melibatkan Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango (tengah) menghadirkan tiga tersangka pada kasus korupsi yang melibatkan Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (4/12/2020). KPK menyita uang hasil suap dari sejumlah rekanan proyek di Kabupaten Banggai Laut sebesar Rp 1 miliar yang telah dikumpulkan sejak September hingga November 2020 yang dikemas di dalam kardus dan disimpan di rumah HTO (Hengky Thiono, Komisaris PT Bangun Bangkep Persada).

Sementara itu, tersangka pemberi suap ialah Komisaris PT Bangun Bangkep Persada Hedy Thiono, Direktur PT Antarnusa Karyatama Mandiri Djufri Katili, dan Direktur PT Andronika Putra Delta Andreas Hongkiriwang.

Nawawi mengatakan, Wenny diduga memerintahkan Recky untuk membuat kesepakatan dengan pihak rekanan yang mengerjakan beberapa proyek infrastruktur di Banggai Laut.

Selain itu, Wenny diduga mengondisikan pelelangan di Kabupaten Banggai Laut.

Untuk memenangkan rekanan tertentu dan agar kembali mendapatkan proyek, para rekanan sepakan untuk menyerahkan uang commitment fee kepada Wenny melalui Recky dan Hengky.

"Diduga ada pemberian sejumlah uang dari beberapa pihak rekanan antara lain HDO (Hedy), DK (Djufri), dan AHO (Andreas) kepada WB yang jumlahnya bervariasi antara Rp 200 juta sampai dengan Rp 500 juta," ujar Nawawi.

Baca: Soal Panggilan Rizieq Shihab oleh Polda Metro Jaya, FPI Belum Bisa Pastikan HRS Datang

Baca: Ibu yang Akui Berhubungan Intim dengan Anak 14 Tahun Dibebaskan: Saya Selamanya Dicap Pelanggar Seks

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan barang bukti yang didapat dari operasi tangkap tangan Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo, Jumat (4/12/2020).
Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan barang bukti yang didapat dari operasi tangkap tangan Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo, Jumat (4/12/2020). (YouTube.com/KPK RI)










KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved