KPK Panggil Staf Khusus Menteri KP Sebagai Saksi Terkait Kasus Edhy Prabowo

Putri Catur akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait izin ekspor benih lobster yang leibatkan Menteri KKP Edhy Prabowo.


zoom-inlihat foto
menteri-kelautan-dan-perikanan-edhy-prabowo-11.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020). KPK resmi menahan Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan suap proses penetapan ekspor benih lobster.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Putri Catur pada Jumat (4/12/2020).

Putri Catur akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait izin ekspor benih lobster yang leibatkan Menteri KKP Edhy Prabowo.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EP (Edhy Prabowo)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat.

KPK juga memanggil empat orang saksi lain untuk diperiksa dalam kasus ini.

Baca: Kronologi Lengkap Sopir Bus di Lamongan Dihajar dan Dikepung Massa, Dipicu karena Serobot Jalan

Baca: Deklarasikan Diri Jadi Presiden Papua Barat, Ini Sosok dan Sepak Terjang Benny Wenda

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam konferensi pers Kinerja KPK Semester I 2020, Selasa (18/8/2020).
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam konferensi pers Kinerja KPK Semester I 2020, Selasa (18/8/2020). (Dokumentasi/Biro Humas KPK)

Empat orang tersebut adalah PNS Sub Koordinator Ikan Air Tawar Direktorat Produksi dan Usaha Budidaya KKP, PNS bernama Andika Anjaresta, mahasiswa bernama Esti Marina, dan wiraswasta bernama Dalendra Kardina.

Bersama sang istri, Iis Rosita Dewi, dia ditangkap di Bandara Soekarno Hatta pada Rabu (25/11/2020) dini hari.

Dalam kasus ini, Edhy diduga menerima uang hasil suap terkait izin ekspor benih lobster senilai Rp 3,4 miliar melalui PT Aero Citra Kargo (PT ACK) dan 100.000 dollar AS dari Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP) Suharjito.

PT ACK diduga menerima uang dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster karena ekspor hanya dapat dilakukan melalui perusahaan tersebut dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

Uang tersebut salah satunya dari PT DPP yang mentransfer uang Rp 731.573.564 agar memperoleh penetapan kegiatan ekspor benih lobster.

Baca: Nekat Naik Pesawat saat Positif Covid-19, Pasangan Suami Istri Ini Diamankan Polisi

Baca: Sederet Nama Politisi Gerindra Jadi Calon Kuat Pengganti Edhy Prabowo, Sandiaga Uno atau Fadli Zon?

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). KPK resmi menahan Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan menerima hadiah atau janji terkait perizinan tambak usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya. Tribunnews/Irwan Rismawan
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). KPK resmi menahan Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan menerima hadiah atau janji terkait perizinan tambak usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan, berdasarkan data, PT ACK dimiliki oleh Amri dan Ahmad Bahtiar.

Namun, diduga Amri dan Bahtiar merupakan nominee dari pihak Edhy Prabowo dan Yudi Surya Atmaja.

"Uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya ditarik dan masuk ke rekening AMR (Amri) dan ABT (Ahmad Bahtiar) masing-masing dengan total Rp 9,8 miliar," kata Nawawi, Rabu (25/11/2020).

Selain sebuah sepeda balap Specialized S-Works, ada jam tangan Rolex, jam tangan Jacob&Co., tas Hermes, koper Tumi, serta tas, serta koper dan sepatu Louis Vuitton.

Baca: Edhy Prabowo Mundur dari Jabatan Menteri KKP & Gerindra, Fadli Zon Ingatkan KPK Soal Harun Masiku

Baca: Gerindra Minta Maaf pada Jokowi dan Maruf Amin Atas Penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo

(Tribunnewswiki.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Edhy Prabowo, KPK Panggil Staf Khusus Menteri KP Sebagai Saksi"





Penulis: saradita oktaviani
Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved