"Di salah satu rumahnya, Diego pasti masih hidup hari ini. Para dokter tidak melakukan apa-apa, mereka tidak menelepon siapa pun saat detak jantungnya naik."
"Yang bertanggung jawab adalah dokter yang merawat Leopoldo Luque dan psikiater."
"Jika Maradona menginginkan aspirin, dia minta ke mereka," tutur Baque menambahkan.
Proses penyelidikan kematian Maradona saat ini pun masih terus dilakukan untuk mencari tahu penyebab pasti kematian sang legenda.
Pernyataan Diego Maradona jelang meninggal
Kematian Diego Maradona malah menimbulkan skandal baru yang rumit hingga membuat dokter pribadi beserta staf kesehatannya diperiksa karena dugaan kasus pembunuhan.
Skandal ini diawali oleh laporan palsu yang dikeluarkan oleh suster pribadi Maradona, Dahiana Gisela.
Gisela diminta oleh sebuah perusahaan medis asal Argentina, Medidom, untuk memalsukan laporan terkait kematian Maradona.
Setelah itu, muncul lagi kabar yang menyebutkan bahwa dokter pribadi Maradona, Leopoldo Luque, juga telah digerebek polisi.
Baca: Berkat Hal Ini, Diego Maradona Disebut Legenda Terbesar Dunia, Meski Minim Raih Trofi di Level Klub
Luque dituduh telah melakukan pembunuhan terhadap Maradona dengan alasan kelalaian medis.
Sang pencetak gol "Tangan Tuhan" itu sudah berpulang hampir seminggu yang lalu, namun silang sengkarut kasus yang terkait kematiannya tak kunjung selesai dan justru semakin melebar.
Dokter pribadi Diego Maradona, Leopoldo Luque pun kini menjadi pihak utama yang mendapat tuduhan ikut menyebabkan kematian sang legenda.
Meski begitu, akhirnya pada Senin (30/11/2020) waktu setempat, dokter Leopoldo Luque muncul ke hadapan publik dan memberikan penjelasan.
Salah satu hal yang disoroti oleh publik adalah pernyataan atau testimoni Maradona menjelang akhir hayatnya kepada Luque, selaku dokter pribadinya.
Dari apa yang disampaikan Luque, Maradona mengaku sangat menderita dan putus asa menjelang kematiannya.
Bahkan, Maradona sudah mengisyaratkan kepada Luque kalau pria 60 tahun itu ingin menyudahi hidupnya.
Baca: Ucapan Penghormatan Terakhir Pele untuk Diego Maradona: Kita Akan Bermain Bola Bersama di Surga
Akan tetapi, Luque berusaha mencegah Maradona dan meyakinkannya untuk tetap kuat menghadapi penyakitnya saat ini.
"Pada satu tahap Maradona berkata kepada saya, 'Sampai kapan Anda ingin pergi ke sini Dokter? Saya sudah sangat menderita'," ujar Luque.
"Saya pikir Diego, pada akhirnya, meninggalkan pertarungannya dengan penyakit. Dia sangat sedih dan saya melihatnya seperti itu."
"Dia menghukum dirinya sendiri dengan cara yang tidak akan saya izinkan sebagai temannya," tutur Luque melanjutkan.