Angka Kematian Covid-19 di Indonesia di Atas Dunia, Jokowi: Dulu Karena Keterlambatan Ventilator

Jokowi mengaku akan memberikan peringatan keras apabila terjadi peningkatan kasus Covid-19 sedikit saja.


zoom-inlihat foto
jokowi-upacara-tni.jpg
TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memimpin upacara Peringatan HUT ke-75 TNI yang digelar secara virtual dari Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2020). Jokowi pada Selasa, (1/12/2020), mengatakan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia di atas rata-rata dunia.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih di atas rata-rata dunia.

Presiden Joko Widodo menyebut angkat kematian di tanah air akibat virus corona mencapai 3,1%, sedangkan angka kematian dunia mencapai 2,32%.

Ada beberapa hal, kata Jokowi, yang membuat angka kematian di Indonesia di atas rata-rata dunia.

Jokowi mengatakan satu di antara penyebabnya adalah keterlambatan penggunaan ventilator pada awal pandemi.

"Ini saya kira di awal ini dulu karena keterlambatan ventilator," kata Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, dipantau melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/12/2020), dikutip dari Kompas.

Meski demikian, Jokowi mengatakan ada perkembangan positif dalam kasus Covid-19 di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato perdananya dalam Sidang Majelis Umum (SMU) ke 75 PBB secara virtual, Rabu (23/9/2020).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato perdananya dalam Sidang Majelis Umum (SMU) ke 75 PBB secara virtual, Rabu (23/9/2020). (Dok.Kementerian Luar Negeri)

Baca: Penyebab Kasus Covid-19 di Jateng Naik, Ganjar Pranowo: Liburan dan Tidak Disiplin

Data per 30 November 2020 menunjukkan bahwa tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 83,6 persen.

Angka ini lebih baik dari rata-rata dunia yang mencatatkan angka kesembuhan sebesar 69,03 persen. Besaran kasus aktif Covid-19 juga diklaim terus membaik.

Pada September 2020 kasus aktif di Indonesia mencapai 16,69 persen.

Angka ini menurun pada Oktober menjadi 14,26 persen. Di November angka ini kembali turun menjadi 13,75 persen

"Artinya semakin bulan semakin bulan semakin baik. Sekarang ini 13,25 persen ini juga lebih baik dari angka rata-rata dunia di angka 28,55 persen," ujar Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi mengaku sangat optimistis terhadap penanganan pandemi di Indonesia.

Jika terjadi peningkatan kasus Covid-19 sedikit saja, ia mengaku akan memberikan peringatan keras.

Baca: Anies Baswedan Positif Covid-19: Yang Pernah Bertemu Saya, Silahkan Tes Usap

"Sebetulnya kita sangat optimis dalam pengendalian Covid ini, tetapi kemarin saya sampaikan, saya memang kalau ada peningkatan sedikit saja pasti akan saya berikan warning secara keras karena kita tidak mau keterusan. Jadi saya ingatkan itu karena memang ada kenaikan sedikit, itu yang harus segera diperbaiki," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mewanti-wanti masyarakat untuk waspada terhadap penularan virus corona.

Berdasarkan data terakhir yang diterima Jokowi, kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini mencapai 13,41 persen. Kasus aktif Covid-19 merupakan kasus yang hingga saat ini masih dalam perawatan.

"Hati-hati, berdasarkan data yang saya terima 29 November, kasus aktif kita sekarang ini meningkat menjadi 13,41 persen," kata Jokowi saat membuka Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/11/2020).

Jokowi mengatakan kasus aktif tersebut masih lebih baik dari angka rata-rata dunia. Namun, ia menekankan bahwa angka ini meningkat dibanding kasus aktif minggu lalu sebesar 12,78 persen.

Bersamaan dengan itu, kata Jokowi, angka kesembuhan pasien Covid-19 mengalami penurunan pada pekan ini menjadi 83,44 persen. Pekan lalu, persentase kesembuhan mencapai 84,03 persen.

Menurut Jokowi, angka-angka ini memperlihatkan bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia tengah memburuk.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved