Pasukan pembunuh kemudian berpencar setelah selesai melaksanakan tugas mereka dan tidak ada korban jiwa dari pihak mereka.
Para warga mengatakan kepada saluran televisi pemerintah bahwa mereka mendengar ledakan besar diikuti oleh suara baku tembak yang intens.
Suara baku tembak itu berasal dari suara tembakan dari pengawal Fakhrizadeh yang mati-matian melawan para pembunuh.
Sebuah helikopter polisi mendarat di daerah itu untuk mengangkut Fakhrizadeh dan lainnya ke rumah sakit terdekat.
Tetapi begitu sampai di rumah sakit terdekat, mereka terkejut karena listrik telah diputus sebelumnya. Para korban kemudian diangkut ke Teheran.
Pada Jumat pukul 19.30 waktu setempat, kematian Fakhrizadeh diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif.
Kala itu, dia mengatakan bahwa seorang ilmuwan Iran terkemuka telah terbunuh dan menduga Israel ada di balik ini semua.
Jenazah Fakhrizadeh terbaring di peti mati, terbungkus bendera Iran di sebuah masjid di Teheran tengah.
Ketua Pengadilan Iran, Ebrahim Raisi, berdoa di atas jenazah Fakhrizadeh dan menjadi tontonan oleh publik yang berkabung.
Baca: Serangan Roket dari Jalur Gaza Palestina Jatuh di Wilayah Israel, Diduga dari Kelompok Hamas
Kematian Fakhrizadeh membuat ketegangan di Teluk Arab semakin meroket ketika Iran menuduh Israel mencoba memprovokasi perang dengan membunuh ilmuwan tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat menyebut Fakhrizadeh dalam konferensi pers tentang program senjata nuklir Iran.
"Ingat nama itu,” kata Netanyahu merujuk pada nama Fakhrizadeh.
Pembunuhan Fakhrizadeh dilakukan di tengah ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah antara Iran dengan AS, bersama dengan sekutunya Israel dan Arab Saudi, atas pencarian senjata nuklir Teheran.
Iran telah berjanji untuk melakukan serangan balasan seperti guntur pada siapa pun yang melakukan serangan itu.
Sementara itu, kapal induk AS USS Nimitz dikerahkan ke Teluk Arab pekan ini berselang beberapa hari sebelum pembunuhan terjadi.
Namun pejabat Angkatan Laut AS berkeras bahwa pengerahan kapal induk seberat 101.000 ton itu tidak terkait dengan adanya ancaman khusus.
Sebelumnya, Rouhani menuduh musuh bebuyutan Iran, Israel, bertindak sebagai tentara bayaran bagi AS dan berusaha menciptakan kekacauan dengan melakukan pembunuhan.
"Bangsa Iran lebih pintar daripada jatuh ke dalam perangkap konspirasi yang dibuat oleh Zionis. Mereka berpikir untuk menciptakan kekacauan, tetapi mereka harus tahu bahwa kami telah membaca tangan mereka dan mereka tidak akan berhasil," kata Rouhani.
Dia berjanji bahwa Iran tidak akan membiarkan tindakan kriminal begitu saja dan berjanji akan membalas ketika waktunya telah tiba.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Detail Baru Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran, Konvoi Disergap Bom dan Penembak Jitu"
(TribunnewsWiki.com/Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru)