TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perusahaan konferensi video, Zoom, terus mendulang keuntungan selama pandemi.
Perusahaan telah mengatakan penjualan tahunan akan lebih tinggi dari yang diharapkan karena pandemi mendorong permintaan perangkat lunaknya, seperti diberitakan BBC, Selasa (1/12/2020).
Perusahaan California tersebut mengatakan pendapatannya bisa mencapai lebih dari $ 2,5 miliar atau sekitar Rp 35 triliun (kurs Rp 14.000/dolar AS), lebih dari dua kali lipat dari perkiraan pada Maret.
Prediksi tersebut muncul saat Zoom, yang pernah menjadi nama teknologi khusus, menjadi terkenal selama pandemi.
Jutaan orang telah beralih ke aplikasi untuk bersosialisasi dengan keluarga, teman, mengajar, dan bertemu dengan rekan kerja.
Pendiri dan kepala eksekutif Zoom Eric Yuan mengatakan semakin banyak bisnis menjadi pelanggan berbayar, karena mereka beradaptasi dengan "dunia kerja baru dari mana saja".
Baca: Aksi Perampokan Terjadi di Rumah Seorang Gadis saat Ia Tengah Belajar Online di Zoom
Pada akhir Oktober, Zoom memiliki hampir 434.000 pelanggan bisnis yang memiliki lebih dari 10 karyawan - naik sekitar 485% dari kuartal yang sama tahun lalu.
Lonjakan itu telah meningkatkan pendapatan dan melambungkan saham.
Zoom mengatakan penjualan pada periode Agustus-Oktober mencapai $ 777 juta, naik 367% tahun-ke-tahun.
Angka keuntungan mencapai $ 198,4 juta pada kuartal tersebut, dibandingkan dengan $ 2,2 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Saham Zoom Meroket 300 Persen di Tengah Pandemi, Bikin Eric Yuan Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia
Baca: Meroket Selama Pandemi Covid-19, Nilai Saham Zoom Kini Dekati Rp 1000 Triliun: Kalahkan Saham AMD
Aplikasi konferensi video, Zoom, kian populer di tengah pandemi Covid-19.
Tak tanggung-tanggung, Zoom menjadi aplikasi konferensi video yang paling banyak diunduh per Agustus 2020, versi Sensor Tower.
Hal itu tak lepas dari pemanfaatan Zoom untuk komunikasi jarak jauh di era pembatasan sosial, seperti diberitakan Kompas.com.
Saking populernya Zoom, saham perusahaan itu meroket hingga hampir 300 persen, terhitung sejak melantai di bursa saham.
Catatan itu turut membawa CEO Zoom, Eric Yuan, mengantongi kian banyak keuntungan.
Baca: 6 Bulan Pandemi Covid-19 di Indonesia, Ribuan Hoaks hingga Teori Konspirasi yang Persulit Penanganan
Untuk kali pertama, nama Eric Yuan masuk dalam daftar 400 orang terkaya versi majalah Forbes.
Total, ia memiliki kekayaan mencapai 11 miliar dolar.
Angka tersebut setara dengan Rp 164 triliun.
Eric Yuan sendiri merupakan lulusan teknik dari Shandong Institute of Business and Technology di Yantai, China.