Di Tengah Dugaan Kasus Pembunuhan, Dokter Pribadi Sampaikan Testimoni Diego Maradona Menjelang Wafat

Dokter pribadi Diego Maradona, Leopoldo Luque akhirnya berbicara ke publik pasca dugaan kelalaian medis dirinya membuat sang legenda meninggal.


zoom-inlihat foto
maradona-y-leopoldo.jpg
Twitter @tanzaniaupdates
Foto mendiang Diego Maradona dengan dokter pribadinya, Leopoldo Luque, pasca sang legenda menjalani operasi hematoma subdural November lalu.


"Saya pikir Diego, pada akhirnya, meninggalkan pertarungannya dengan penyakit. Dia sangat sedih dan saya melihatnya seperti itu."

"Dia menghukum dirinya sendiri dengan cara yang tidak akan saya izinkan sebagai temannya," tutur Luque melanjutkan.

Usai meninggal pada Rabu, jasad mendinag Maradona dimakamkan di Bella Vista sehari setelahnya, Kamis (26/11/2020) waktu setempat.

Setiap pertandingan sepak bola di dunia pun memberikan penghormatan terakhir kepada pahlawan juara Piala Dunia 1986 itu dengan mengheningkan cipta dan bertepuk tangan pada menit tertentu.

Dokter Maradona digerebek Polisi

Sebelumnya, suster pribadi Maradona, Dahiana Gisela, sempat diperiksa oleh pihak berwajib.

Hal itu dikarenakan Gisela mengaku diminta untuk membuat laporan palsu terkait kematian Maradona.

Laporan palsu itu adalah permintaan dari sebuah perusahaan medis bernama Medidom.

Dua pegawai Medidom, Susana Cosachov (psikiater) dan Carlos Diaz (psikolog), juga ditugaskan untuk mengurus Maradona.

Belum usai dengan skandal laporan palsu tersebut, kini kematian Maradona menyeret satu nama lagi untuk diperiksa.

Dia adalah dokter pribadi Diego Maradona, tak lain Leopoldo Luque.

Menurut pemberitaan Marca, Luque disebut menjadi pihak yang bertanggung jawab atas kematian mantan pemain Napoli dan Barcelona tersebut.

Baca: Berkat Hal Ini, Diego Maradona Disebut Legenda Terbesar Dunia, Meski Minim Raih Trofi di Level Klub

Bahkan, jaksa dan hakim dari pengadilan di San Isidro, Buenos Aires, memerintahkan agar rumah Luque digeledah oleh 30 polisi di setiap lokasi yang sudah ditentukan.

Luque dikenai tuduhan 'pembunuhan tak sengaja' akibat kelalaian medis yang dilakukannya.

Foto legenda Argentina Diego Maradona sebelum Piala Dunia FIFA 2018.
Foto legenda Argentina Diego Maradona sebelum Piala Dunia FIFA 2018. (SHUTTERSTOCK VIA DAILY MAIL)

Usut punya usut, ternyata kepulangan Maradona usai menjalani operasi hematoma subdural pada awal November lalu tidak memiliki izin yang sah alias ilegal.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Maradona sempat menjalani operasi otak pada awal November ini.

Namun, Maradona sudah kembali ke rumahnya hanya sekitar seminggu setelah operasi, lebih tepatnya pada 11 November.

Penyelidikan hukum terkait kematian Maradona ini rencananya akan dilakukan selama beberapa waktu ke depan.

Berbagai hal akan diselidiki oleh pihak kepolisian terkait tidak adanya dokter spesialis yang ada di rumah Maradona.

Selain itu, di detik-detik terakhir hidup Maradona kabarnya tidak ditemukan adanya ambulans terdekat dan tidak ada defibrillator yang harusnya ada selama Maradona dirawat di rumah.

Baca: Ucapan Penghormatan Terakhir Pele untuk Diego Maradona: Kita Akan Bermain Bola Bersama di Surga





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved