TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sejumlah toko barang non-esensial mulai buka di sekitar Paris, Prancis, pada Sabtu (29/11/2020).
Ini terjadi menyusul kebijakan pelonggaran pembatasan oleh pemerintah Prancis setelah adanya penurunan angka infeksi secara nasional.
Semua bisnis, seperti layanan pengiriman mulai beroperasi kembali hingga jam 9 malam.
Toko barang non-esensial lain yang sudah buka seperti, toko buku, musik, perpustakaan dan arsip.
Adapun semua harus menaati protokol kesehatan, seperti memakai masker dan jaga jarak, sebagaimana diwartakan Associated Press, Sabtu (28/11/2020).
Baca: Dinilai Tidak Transparan Urusan Tes Usab Rizieq Shihab, Direktur RS Ummi Dilaporkan ke Polisi
Baca: Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Diduga Polisi Jadi Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi
Seperti diketahui, kebijakan pelonggaran pembatasan diumumkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Macron dalam sebuah sambutan mengatakan akan mengurangi pembatasan Covid-19 untuk tujuan menyelamatkan ekonomi jelang libur Natal.
Ia mengatakan akan membuka kembali pusat perbelanjaan, teater pertunjukan, dan juga bioskop.
Menurutnya ini dilakukan agar warga bisa menghabiskan liburan bersama anggota keluarga mereka.
Dalam sebuah pidato, sebagaimana diwartakan France24, Rabu (25/11), Macron mengatakan gelombang kedua pandemi di Prancis telah berakhir.
"Kami harus melakukan segala daya kami untuk menghindari gelombang ketiga dan kemungkinan lockdown ketiga," kata presiden Prancis.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 25 November 1500 : Christopher Columbus Ditangkap karena Dituduh Menyeleweng
Baca: Sempat Viral, Tanaman yang Ditukar Mobil Avanza Awalnya Dihargai Rp 107 Juta oleh Penjual
"Kami telah memperlambat penyebaran virus," kata Macron.
Bagaimana kebijakan bisnis di Prancis di tengah Pandemi untuk Libur Natal?
Macron menyebut akan membuka sejumlah bisnis, tetapi tidak semuanya.
Seperti pusat perbelanjaan, teater dan bioskop akan dibuka.
Namun, seperti bar dan restoran masih ditutup. Adapun penutupan ini dilakukan hingga Januari 2021.
Baca: Guru yang Berhubungan Tak Senonoh dengan Siswanya Diganjar 20 Tahun Penjara
Baca: Edhy Prabowo dan 17 Orang Lainnya Ditangkap Terkait Dugaan Penetapan Calon Eksportir Benih Lobster
Pusat perbelanjaan di Prancis diizinkan untuk buka pada waktu periode Natal, sebagaimana permintaan para pelaku bisnis.
Adapun langkah ini akan ditempuh dalam tiga tahap untuk menghindari gejolak baru virus corona.
Pertama sekitar 1 Desember, lalu kedua sebelum liburan akhir tahun (Natal dan Tahun Baru), dan kemudian Januari 2021.
Macron menambahkan warga Prancis dapat berolahraga di luar ruangan, meski harus memerlukan izin.
Sementara ibadah keagamaan dalam ruangan diizinkan tetapi dengan pembatasan hingga 30 orang.
Baca: Ramalan Zodiak Kesehatan Besok Kamis 26 November 2020, Gemini Hindari Diet, Aries Tenangkan Diri
Baca: Info BMKG - Prakiraan Cuaca Kamis 26 November 2020: Banjarmasin Waspada Hujan Petir Siang-Dini Hari
Jam malam akan dilonggarkan pada Malam Natal dan Malam Tahun Baru.
Orang Prancis bagaimanapun harus menghindari "perjalanan yang tidak penting", kata Macron, seraya meminta mereka untuk menghormati langkah-langkah jaga jarak selama masa perayaan.
Macron juga menyebut akan memulai kampanye vaksinasi pada akhir Desember atau awal Januari, dimulai dengan orang-orang yang paling rentan dan lanjut usia.
Seperti diketahui, jumlah kematian akibat Covid-19 di Prancis telah melebihi angka 50.000.
Sementara total kasus infeksi melonjak 2,1 juta.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)