"Kami masih belum bisa untuk konfirmasi, yang pasti nanti yang terbaik yang mana, saya ikut aja lah."
Selain terkait cedera, orang tua Bagus Kahfi juga fokus pada kondisi atau situasi mentalitas sang anak saat ini.
Kata Yuni Puji Istiono, Bagus Kahfi harus kuat dalam menerima kenyataan menunda untuk berkarier di luar negeri.
"Ya pasti kondisi saat ini Bagus Kahfi, setelah harapan, mimpi-nya itu belum bisa terealisasi."
"Ya namanya anak-anak kecewa ya pasti kecewa, yang pasti itu harus cooling down dulu," kata Puji Istiono.
Baca: Ini Rasa Kecewa Asisten Shin Tae-yong, Terkait Indisipliner Serdy dan Yudha di Timnas Indonesia U-19
Sebagai orang tua, Puji Istiono mempunyai tugas untuk membangkitkan semangat dari pemain yang berambut kribo tersebut di kondisi saat ini.
"Dan saya selaku orang tua dari Bagus Kahfi jangan sampai psikis, mental itu kena," tegas Puji Istiono.
"Yang pasti lagi, saya harus bisa membesarkan mentalnya, harus tabah, sabar, kuat sehingga yang harus dikerjakan adalah untuk lebih giat berlatih."
"Untuk nanti bisa memberikan kegunaan untuk bangsa dan negara," kata Puji Istiono.
Gagalnya Bagus Kahfi ke FC Utrecht
Kegagalan proses transfer antara FC Utrecht dengan Barito Putera terkait Bagus Kahfi patut disayangkan.
Hal ini berkaitan dengan karier sang pemain sendiri.
Dengan usia yang sudah mendekati 19 tahun, peluang Bagus Kahfi untuk berkarier di Eropa semakin tipis, meningat biasanya klub disana akan merekrut pemain asal Asia yang masih muda untuk dimasukkan ke tim muda terlebih dahulu, supaya beradaptasi.
Peluang kembaran Bagas Kaffa ini untuk ke Eropa, untuk waktu saat-saat ini cukup kecil lantaran sebenarnya tak ada klub Benua Biru yang tertarik penuh dengannya.
Hal tersebut disampaikan secara jelas oleh perwakilan Mola Tv, Mirwan Suwarso.
Mirwan mengatakan pihaknya dari awal sudah berusaha keras agar membantu mimpi Bagus Kahfi untuk bisa berkarier ke Eropa.
Berbagai macam cara pun dilakukan, tetap tetap saja gagal terwujud.
Baca: Pulang ke Hotel Pukul 3 Pagi, Dua Pemain Timnas Indonesia U-19 Dicoret: Serdy Diperiksa ke Psikiater
Mirwan menerangkan tidak mudah membawa pesepakbola Indonesia untuk menyakinkan klub Eropa.
Klub Eropa lebih memilih mencari pemain-pemain muda yang negaranya sudah terbukti menciptakan pesepakbola berkualitas sebut saja dari Brasil, Argentina, dan lain-lain.
Sementara untuk Indonesia, bisa jadi pesepakbola nusantara harus terpinggirkan terlebih dahulu.