"Saya disuruh mengeluarkan aurat saya, supaya dia bisa melihat. Kebetulan lagi di kamar mandi, saya tunjukan itu. Setelah itu dia tutup," paparnya.
Tipu muslihat Ayu ternyata berhasil, Tomi masuk jebakan dan terjerat.
Setelah video call ditutup, Ayu kembali menelpon dan saat itu Tomi masih belum sadar akan diperas pelaku.
"Lalu dia telpon saya, awalnya dia pakai suara perempuan," kata Tomi.
"Dia minta tanggung jawab, bagaimana ini, kamu jangan main-main katanya. Awalnya suara perempuan. Terus lama-lama jadi suara cowok," jelasnya.
Pria dalam telpon itu pun lalu meminta uang kepada Tomi.
Dia juga mengancam akan menyebarkan video mesum Tomi di kamar mandi ke istri, anak, keluarga, dan semua teman-temannya di Facebook.
"Dia mengancam akan menyebar video itu di Facebook saya," ucap Tomi.
"Permintaan dia, transfer Rp 2 juta, saya kirim Rp 1 juta. Lalu dia teror saya. Setiap hari saya kasih uang, dari Rp 300 rb, Rp 1 juta, total Rp 4,9 juta," sambungnya.
Semua transaksi itu, dilakukan dengan cara ditransfer ke sejumlah rekening.
Ada tiga nomor rekening, yakni rekening atas nama Joko, Vera, dan Samsyiah.
Semuanya merupakan rekening bank BRI.
Tidak tahan diperas habi-habisan, dan diteror oleh pelaku, Tomi pun bercerita keadaaan kerabatnya dan akhirnya melapor ke Polres Tangerang Selatan.
Tidak butuh waktu lama, polisi akhirnya menangkap dua pelaku pemerasan.
Kedua terdakwa, diketahui bernama Zendi dan Yayan dan keduanya masih disidangkan di PN Tangerang.
(TribunnewsWiki.com/Restu, TribunJakarta.com/Rr Dewi Kartika H)
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Terjebak Muslihat Waria hingga Mau Pamer Kemaluan saat Video Call, Lurah Cipayung: Saya Tertarik