Polwan Inggris Rancang Jilbab Seragam Polisi Inggris: Berharap Banyak Muslimah Inggris Jadi Polisi

Jilbab rancangan Polwan Uzma Amireddy ini kemungkinan akan menjadi seragam resmi bagi polwan Muslim Inggris.


zoom-inlihat foto
jilbab-polwan-inggris-003.jpg
PA VIA DAILYMAIL
Polwan Inggris, Uzma Amireddy (kanan), memakai jilbab hasil rancangannya sendiri saat bertugas. Jilbab rancangannya menjadi bagian dari seragam Kepolisian Yorkshire Utara dan kemungkinan akan menjadi seragam baru bagi kepolisian Inggris. Uzma berharap lebih banyak wanita Muslim untuk bergabung dengan kepolisian Inggris.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang polisi wanita (polwan) Inggris merancang sendiri seragam polisi untuk polwan Muslim di Inggris.

Kepolisian Inggris sebenarnya punya seragam jilbab khusus untuk polwan yang beragama Islam.

Namun, menurut Polwan Uzma Amireddy, yang merancang jilbab baru ini, hijab resmi dari kantornya tidak nyaman dan tidak aman dipakai untuk bekerja.

Ia akhirnya tergerak untuk membantu merancang hijab yang membuatnya merasa lebih nyaman dan lebih aman dalam bekerja.

Uzma berharap bahwa rancangan barunya itu akan menarik lebih banyak wanita Muslim untuk bergabung di Kepolisian Inggris, Daily Mail, melaporkan, Kamis (26/11/2020).

Polwan Uzma Amireddy, yang sehari-hari bertugas sebagai koordinator aksi positif, mengatakan jilbab yang diberikan kepadanya oleh Kepolisian Yorkshire Utara tidak nyaman, tidak terlihat bagus, dan berpotensi tidak aman dalam situasi yang tidak bersahabat.

Baca: Menolak Lepas Jilbab, Dua Guru di Kanada Dipecat

jilbab polwan inggris 001
Polwan Uzma Amireddy dan rancangan jilbabnya. Model rancangannya Uzma ini kemungkinan akan menjadi standar seragam bagi polwan Muslim di Inggris.

"Jika Anda ingin menarik orang dari berbagai latar belakang, mereka harus merasa dan terlihat bagus dalam seragam mereka dan hal seperti itu pasti akan membuat orang tidak mau bergabung," kata Uzma.

"Itu sebabnya aku merancangnya sendiri," katanya lagi.

Setelah dia menyampaikan masalah ini ke kepala petugasnya, Arfan Rahouf, yang merupakan pimpinan operasional pasukan, bosnya ini menyatakan persetujuannya.

Baca: Aksi Heroik Diplomat Inggris di China Selamatkan Mahasiswi yang Jatuh dan Pingsan di Sungai

Dengan masukan dari Uzma, dia mulai mencari jilbab yang cocok.

Mereka mengambil satu dari pemasok lokal dan menyarankan beberapa perubahan untuk membantu membuatnya lebih cocok untuk digunakan oleh petugas.

Perubahan itu, misalnya pada jilbab yang terpisah antara penutup kepala dan penutup leher.

jilbab polwan inggris 002
Polwan Uzma Amireddy berlatih tinju dengan rekannya dengan memakai jilbab rancangannya. Ia berharap lebih banyak Muslimah Inggris tertarik masuk kepolisian Inggris.

Ini dimaksudkan, bila ada seorang Islamofobia atau penjahat yang menarik jilbabnya, yang terlepas adalah jilbab di kepala dan tidak membuat petugas mengalami luka bila terjatuh.

Rahouf berkata: "Terlihat profesional, terlihat pintar, aman, dia merasa cantik di dalamnya, dia merasa nyaman, dia merasa dihargai oleh organisasi karena mereka telah menyediakannya dan itu hanya sesuatu yang mewakili keyakinannya."

Pada Senin pekan ini, Polwan Uzma memakai pertama kali jilbab rancangannya itu di jalanan saat bertugas.

"Ketika saya pergi ke jalan-jalan di North Yorkshire dan saya tahu ini hanya satu shift dan saya tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Tetapi itu berjalan sangat baik dan saya pikir orang-orang melihat jilbab yang saya inginkan," ujar Uzma.

Baca: Viral Wanita asal Inggris Cari Orang Tua Kandung di Sleman, Ternyata Diadopsi 35 Tahun yang Lalu

Meski diperkenankan memakai jilbab rancangannya sendiri, Uzma mengatakan tidak ingin diperlakukan khusus karena ia seorang polisi Muslimah yang memakai jilbab saat bertugas.

"Karena saya tidak ingin menjadi sorotan, saya tidak ingin dikhususkan. Saya ingin orang melihat saya sebagai manusia dan sebagai orang yang melakukan pekerjaan yang disukai," kata Uzma.

"Dan mereka melihat saya sebagai petugas polisi di depan pintu, bukan sebagai seseorang dari latar belakang Muslim dan itulah yang saya inginkan," ujarnya lagi.

Rahouf menyatakan jilbab rancangan Uzma ini dia bawa ke kantor pusat kepolisian Inggris dan mengusulkannya menjadi seragam nasional bagi polwan Muslim Inggris.

Yang luar biasa adalah respon positif yang cepat kepolisian Inggris setelah usulan Rahouf dan Uzma itu disampaikan.

"Kami telah diundang untuk melakukan percakapan secara nasional untuk melihat apakah ini dapat dimasukkan sebagai jilbab standar dengan pasukan polisi di seluruh Inggris," kata Rahouf.

Polwan Uzma sendiri yakin dan optimistis jilbab baru ini memiliki potensi disukai calon polwan Muslim.

"Seorang teman saya sedang dalam proses untuk bergabung dengan kepolisian dan ketika saya memberi tahu dia dan dia telah melihat jilbab dan dia mencobanya, dia berkata' Anda tahu apa, saya sangat senang dengan ini'," kata Uzma.

"Jadi bagi saya, itu adalah momen yang paling saya banggakan bahwa saya telah membuat seorang wanita Muslim senang bergabung dengan kepolisian," katanya.

"Dia tidak harus menghadapi rintangan dan rintangan yang harus saya hadapi."

Polisi North Yorkshire memuji kedua petugas tersebut, dengan mengatakan mereka telah bekerja sangat keras untuk membuat perubahan penting ini terjadi.

Seorang juru bicara berkata: "Sangat penting bagi Polisi North Yorkshire untuk memastikan bahwa seragam untuk setiap petugas polisi sesuai dengan tujuan."

"Inklusi dan keragaman adalah agenda utama dalam pelayanan polisi. Kami harus lebih mewakili komunitas yang kami layani, agar kami menjadi tenaga kerja yang inklusif dan memberikan layanan yang lebih baik kepada semua komunitas kami."

Di Inggris, Islam menjadi agama non-Kristen terbanyak yang dianut warganya.

Dikutip Wikipedia, umumnya, warga Muslim Inggris adalah imigran dari Asia Selatan seperti Bangladesh, Pakistan, dan India atau keturunan imigran dari wilayah itu.

Banyak juga yang berasal dari wilayah yang didominasi oleh umat Muslim seperti Timur Tengah, Afghanistan, Malaysia, dan Somalia.

Jumlah muslim di Inggris 2019 mencapai 3 juta jiwa yang merupakan terbanyak dalam sejarah.

Dikutip dari The Sun, beberapa wilayah di London hampir 50 persen penduduknya beragama Islam.

Angka ini merupakan analisa Office for National Statistics (ONS).

Muslim Inggris juga memainkan peran yang semakin penting dalam kehidupan politik di Inggris.

Saat ini terdapat tiga belas anggota parlemen yang beragama Islam dan dua belas Bangsawan Muslim (secara historis terdapat empat belas, dimulai dengan Lord Stanley, seorang bangsawan yang hidup pada abad ke-19).

Sayeeda Warsi yang merupakan Muslim pertama yang duduk di kabinet Inggris.

Sayeeda diangkat oleh David Cameron pada 2010 sebagai menteri.

Pada tahun 2016, Sadiq Khan terpilih menjadi Wali kota London, dan menjadikannya wali kota Muslim pertama dari ibu kota besar di dunia Barat.

Dari total penduduk Inggris, 56 juta jiwa, sebanyak 5 persen adalah warga beragama Islam.

(tribunnewswiki.com/hr)





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved