Mantan Pacar Maradona Ditolak Masuk Rumah Duka dan Disuruh Antre Bersama Fans Maradona

Mantan pacar Diego Maradona tanpa basa-basi ditolak memasuki rumah duka, Kamis (26/11/2020), sebelum fajar atas perintah mantan istri Maradona.


zoom-inlihat foto
maradona-ok-006.jpg
AFP VIA GETTY IMAGES
Rocio Oliva dan Diego Maradona saat menghadiri pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia Rusia 2018 antara Prancis dan Argentina. Oliva, mantan pacar Maradona, dilarang masuk oleh mantan istri Maradona ke Istana Kepresidenan tempat jenazah Maradona disemayamkan untuk memberi penghormatan terakhir. Ia disuruh antre bersama ribuan fans Maradona.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan pacar Diego Maradona, Rocio Oliva, yang datang ke rumah duka yang disemayamkan di Istana Kepresidenan untuk memberi penghormatan terakhir kepada mantan kekasihnya itu ditolak oleh mantan istri Maradona, Claudia Villafañe.

Mantan pacar Diego Maradona tanpa basa-basi ditolak memasuki Istana Kepresidenan, Kamis (26/11/2020), sebelum fajar atas perintah dari mantan istri legenda sepak bola Argentina itu.

Rocio Oliva tiba di Casa Rosada, Argentina, pada subuh dengan harapan bisa mengucapkan selamat tinggal kepada Maradona, yang peti jenazahnya tergeletak di negara bagian.

Namun ia segera diberitahu oleh satpam di belakang gerbang bahwa dia tidak diizinkan masuk ke lapangan, dikutip Daily Mail, Kamis (26/11/2020).

Permohonan Oliva berlinang air mata untuk diizinkan masuk tidak terdengar dan dia diperintahkan untuk kembali pada pukul 07.00 pagi dan menunggu bersama dengan puluhan ribu penggemar yang telah menunggu semalaman untuk memberikan penghormatan terakhir mereka.

"Saya tidak bisa datang jam tujuh pagi. Itu gila, itu gila,'' kata Oliva di siaran langsung televisi.

Baca: Kisah Tragis Diego Maradona: Jenius di Lapangan Tapi Kehidupan Luar yang Liar Menghancurkannya

pacar maradona 001
Rocio Oliva, mantan pacar Maradona, menangis saat dilarang masuk ke rumah duka di Istana Presiden oleh mantan istri legenda sepak bola Claudia Villafañe pada pukul 4:40 waktu setempat di Buenos Aires, Argentina.

"Kamu tidak bisa melakukan ini. Saya tidak bisa datang. Dia ingin saya kembali pada pukul tujuh pagi bersama semua orang."

Oliva dan Maradona terlibat hubungan asmara selama 6,5 tahun sebelum memutuskan hubungan mereka pada 2018.

Baca: Berkat Hal Ini, Diego Maradona Disebut Legenda Terbesar Dunia, Meski Minim Raih Trofi di Level Klub

Oliva mengatakan kepada jaringan Argentina Todos Noticias bahwa dia tidak dapat menjelaskan alasan di balik keputusan Claudia Villafañe untuk melarangnya masuk ke dalam rumah kepresidenan melalui pintu masuk yang telah disiapkan untuk orang yang dicintai dan teman dekat Maradona.

"Saya adalah mitra terakhir Diego. Akulah wanita yang diminta Diego. Maksudku, tidak ada yang mengerti itu," kata Oliva sambil menahan air mata.

pacar maradona 002
Rocio Oliva dan Diego Maradona menghadiri pengundian Piala Dunia FIFA 2018 di Istana Kremlin Negara di Moskow pada 01 Desember 2017.

“Mereka tidak memikirkan Diego sebentar. Dia sudah mati dan hanya ada luka. Itu menyakitkan."

Kunjungan terbuka dimulai pukul 06:15 pagi waktu setempat setelah beberapa jam privasi untuk keluarga dan teman dekat.

Yang pertama mengucapkan selamat tinggal adalah putri dan anggota keluarga dekatnya.

Baca: Ucapan Penghormatan Terakhir Pele untuk Diego Maradona: Kita Akan Bermain Bola Bersama di Surga

Villafañe datang bersama putri Maradona, Dalma dan Gianinna.

Belakangan datang Verónica Ojeda, juga mantan istrinya, dengan putra mereka Dieguito Fernando.

Penggemar sepak bola yang berduka bentrok dengan polisi di pagi hari, mereka berbaris untuk memberikan penghormatan kepada Maradona karena pengacara legenda Argentina itu menuduh petugas medis melakukan kebodohan kriminal atas kematiannya.

keluarga maradona 00121
Legenda sepak bola Argentina Diego Armando Maradona bersama mantan istrinya Claudia Villafañe (kiri) dan putri Dalma (kedua dari kiri) dan Giannina (kanan).

Perkelahian pecah saat para penggemar berdesak-desakan untuk masuk ke dalam dan melihat peti mati, yang ditutupi dengan bendera Argentina dan kemeja nomor 10 tanda tangan Maradona setelah tiba di ambulans pagi ini.

Sederet pelayat mengalir melewati tubuh Maradona, bertepuk tangan, mengepalkan tangan dan melemparkan bunga, bendera, dan kaus sepak bola ke kaki peti mati, pada hari pertama dari tiga hari berkabung nasional di Argentina.

Baca: Diego Maradona Pernah Habisi Timnas Indonesia di Laga Debut Piala Dunia Remaja 1979, Sarangkan 2 Gol

Di bawah perintah Kementerian Dalam Negeri, penggemar dilarang mengantre pada pukul 1:36 malam.

Pihak keluarga sebelumnya menyebutkan bahwa kunjungan akan berakhir pada pukul 16.00.





Halaman
12
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved