Seorang Dokter Peringatkan Acara Thanksgiving Bisa Jadi Kluster Penyebaran Covid di Amerika Serikat

Seorang dokter asal negara bagian Utah, Amerika Serikat memperingatkan bahwa acara Thanksgiving dapat menjadi kluter baru penyebaran Covid-19.


zoom-inlihat foto
hidangan-kalkun-yang-identik-dengan-acara-thanksgiving-di-amerika-serikat.jpg
Unsplash - SJ . @sjcbrn
Pada hari Rabu, (25/1) seorang dokter spesialis penyakit menular mengatakan kasus COVID-19 dapat semakin membebani sistem perawatan kesehatan jika orang tidak mengikuti protokol kesehatan., FOTO: Hidangan kalkun yang identik dengan acara Thanksgiving di Amerika Serikat


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang dokter asal negara bagian Utah, Amerika Serikat memperingatkan bahwa acara Thanksgiving dapat menjadi kluter baru penyebaran Covid-19.

Peningkatan jumlah rawat inap di seluruh negara bagian mendorong para dokter dan pejabat kesehatan masyarakat untuk menyarankan agar tidak menghadiri pertemuan Thanksgiving dengan orang-orang di luar rumah, terutama selain tetangga terdekat mereka.

Pada hari Rabu, (25/1) seorang dokter spesialis penyakit menular mengatakan kasus COVID-19 dapat semakin membebani sistem perawatan kesehatan jika orang tidak mengikuti protokol kesehatan.

Adapun dokter AS menegaskan agar warga menaati protokol kesehatan di tempat publik.

Sementara itu, Gubernur Oregon membuka kembali sejumlah bisnis saat akan menyambut liburan Thanksgiving yang jatuh pada 25-27 November 2020.

Baca: Longgarkan Pembatasan Bisnis, PM Pakistan: Pemerintah Tak Mau Orang Mati Kelaparan saat Pandemi

Para pengecer memberi istilah sehari setelah Thanksgiving
Para pengecer memberi istilah sehari setelah Thanksgiving "Black Friday" karena volume belanja yang berat selalu mendorong keuangan mereka "menjadi hitam/black" untuk tahun ini. (moneycrashers.com)

Baca: Dua Anak Balita Diduga jadi Korban Pembunuhan Sang Ibu, Pemeriksaan Kejiwaan Dilakukan pada Pelaku

Beberapa diantaranya adalah bar dan restoran yang akan mulai beroperasi minggu depan.

Namun demikian, keduanya masih memakai aturan pembatasan sampai ada kejelasan ihwal vaksin virus corona.

Dalam pengumumannya Rabu (26/11), Gubenur Kate Brown meminta warga Oregon agar tetap menaati protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak.

Seperti diketahui, sebelumnya negara bagian ini menerapkan penutupan bisnis hingga 3 Desember 2020.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved