In Memoriam

Kisah Tragis Diego Maradona: Jenius di Lapangan Tapi Kehidupan Luar yang Liar Menghancurkannya

Bukan rahasia lagi betapa gaya hidup liar legenda dunia itu yang tidak jauh dari narkoba, perempuan, mafia, hingga mengalami obesitas.


zoom-inlihat foto
diego-014.jpg
AFP VIA GETTY IMAGES
Legenda sepak bola dunia asal Argentina Diego Maradona dicium oleh dua putrinya Giannina (kiri) dan Dalma saat ia tiba untuk menghadiri pemutaran film dokumenter sutradara Serbia Emir Kusturica 'Maradona oleh Kusturica' di Festival Film Internasional Cannes ke-61 di Cannes pada tahun 2008. Perjalanan hidup Maradona, yang meninggal dalam usia 60 tahun, Rabu (25/11/2020), penuh warna dan tragis. Maradona jenius di lapangan tapi kehidupan luar yang liar menghancurkannya.


Maradona juga memiliki kecenderungan untuk menambah berat badan, menderita obesitas seiring bertambahnya usia.

Pada satu titik, ia memiliki berat 280 lbs (135 kg), dan mengalami obesitas di akhir karir bermainnya.

diego 006
Pada satu titik, Maradona memiliki berat 135 kg dan mengalami obesitas di akhir karier bermainnya. Dia menderita masalah kesehatan selama sisa hidupnya. Gerakan Maradona dalam foto saat merekam program TV pada tahun 2004

Pada tahun 2000, dalam apa yang dikatakan dokter sebagai kematian, dia dirawat di rumah sakit di resor Uruguay di Punta del Este dengan jantung yang menurut dokter memompa kurang dari setengah kapasitasnya.

Sampel darah dan urin menunjukkan jejak kokain.

Setelah rawat inap darurat lainnya pada tahun 2004, Maradona menjalani konseling karena penyalahgunaan obat dan pada bulan September tahun itu melakukan perjalanan ke Kuba untuk perawatan di Pusat Kesehatan Mental Havana.

Di sana dia dikunjungi oleh temannya, Presiden Kuba Fidel Castro.

Bintang sepak bola Argentina Diego Armando Maradona (kiri) berbicara dengan Presiden Kuba Fidel Castro, sebelum merekam program TV Maradona
Bintang sepak bola Argentina Diego Armando Maradona (kiri) berbicara dengan Presiden Kuba Fidel Castro, sebelum merekam program TV Maradona "The 10's Night" di Havana 27 Oktober 2005. (AFP VIA GETTY IMAGES)

Di Kuba, Maradona mulai bermain golf dan merokok cerutu.

Dia sering memuji Castro dan revolusioner kelahiran Argentina 'Che' Guevara, yang bertarung dengan Castro dalam revolusi Kuba - bahkan memakai tato Guevara di lengan kanannya.

Maradona mengatakan dia bersih dari narkoba di sana dan memulai babak baru.

Pada tahun 2005, ia menjalani operasi bypass lambung di Kolombia, kehilangan berat badan lebih dari 100 pon sebelum tampil sebagai pembawa acara talk show televisi Argentina yang sangat populer.

Pada '10's Night,' Maradona menyundul bola dengan Pele, mewawancarai petinju Mike Tyson dan selebriti Hollywood, dan merekam percakapan panjang dengan Castro di Kuba.

Mantan juara tinju AS Mike Tyson (Kiri) dan mantan pemain sepak bola Argentina Diego Maradona setelah tiba untuk menghadiri pemutaran film 'Che' sutradara AS Steven Soderbergh di Festival Film Internasional Cannes ke-61 pada 21 Mei 2008 di Cannes.
Mantan juara tinju AS Mike Tyson (Kiri) dan mantan pemain sepak bola Argentina Diego Maradona setelah tiba untuk menghadiri pemutaran film 'Che' sutradara AS Steven Soderbergh di Festival Film Internasional Cannes ke-61 pada 21 Mei 2008 di Cannes. (AFP VIA GETTY IMAGES)

Saat pensiun, Maradona juga menjadi lebih blak-blakan.

Dia sering mengecam mantan pelatih, pemain - termasuk Pele - dan Paus.

Saat mengunjungi Vatikan pada tahun 2000, Maradona mengatakan dia harus menjauhkan diri dari Gereja Katolik, mengatakan kepada wartawan bahwa dia muak melihat langit-langit emas, mengatakan Paus Yohanes Paulus II harus 'menjual' mereka jika dia benar-benar ingin membantu orang miskin.

diego 009
Diego Maradona menyapa Paus Fransiskus di aula Paulus VI di Vatikan, menjelang pertandingan antaragama untuk perdamaian pada September 2014.

Dia bergabung dengan kereta protes sayap kiri di luar KTT Amerika pada tahun 2005, berdiri di samping Presiden Venezuela Hugo Chavez untuk mengecam kehadiran Presiden George W. Bush.

Dia kemudian menjalani operasi hernia pada 2019, dan pada 2 November 2020, dia dirawat di rumah sakit untuk menjalani operasi otak untuk menghilangkan bekuan darah di otak, dan dibebaskan pada 12 November setelah operasi yang sukses.

Namun, pada 25 November, dia meninggal dunia setelah menderita serangan jantung.

Argentina dilaporkan akan mengadakan tiga hari berkabung atas kematiannya.

Selamat Jalan sang Legenda.

(tribunnewswiki.com/hr)





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Red CobeX (2010)

    Red CobeX adalah sebuah film komedi Indonesia yang
  • Film - Utusan Iblis (2025)

    Utusan Iblis adalah sebuah film horor Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved