Hari Ini dalam Sejarah 25 November: Siklon Coringa Menerjang India, Tewaskan 300.000 Penduduk

Siklon Coringa sangat dahsyat karena menimbulkan gelombang laut setinggi 12 meter yang menyapu daratan.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-kerusakan-akibat-siklon-coringa.jpg
Historycollection.com
Ilustrasi kerusakan akibat Siklon Coringa tanggal 25 November 1839

Siklon Coringa sangat dahsyat karena menimbulkan gelombang laut setinggi 12 meter yang menyapu daratan.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Siklon dahsyat yang dikenal sebagai Siklon Coringa mengamuk di pantai tenggara India tanggal 25 November 1839

Coringa, sebuah desa kecil di dekat mulut Sungai Godavari, menjadi wilayah paling parah terkena siklon ini.

Diperkirakan ada sebanyak 20.000 kapal yang rusak, dan total kematian akibat siklon ini di seluruh India mencapai 300.000 orang.

Siklon Coringa sangat dahsyat karena menimbulkan gelombang laut setinggi 12 meter yang menyapu daratan.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah : Origin of Species Karya Charles Darwin Diterbitkan, Picu Kontroversi

Pelabuhan Coringa rusak akibat siklon
Pelabuhan Coringa rusak akibat siklon (Knappily)

  • Siklon Coringa pertama


Coringa saat ini hanyalah menjadi desa kecil dekat pantai di mulut sungai Godavari.

Desa itu kini hanya berpenduduk tidak lebih dari beberapa ribu jiwa dan tidak memiliki keistimewaan.

Namun, Coring pernah menjadi pelabuhan ramai di Teluk Benggala sebelum dua siklon menerjangnya.

Sebelum siklon maut tahun 1839 terjadi, Coringa juga pernah diamuk siklon dahsyat pada tahun 1789.

Disebut sebagai Siklon Besar Coringa, bencana ini muncul pada bulan Desember 1789.

Siklon ini menimbulkan gelombang laut yang merusak. Saksi mata menyebut ada tiga gelombang raksasa yang muncul secara berturut-turut.

Gelombang pertama menghempaskan semua kapal di Anchorage. Gelombang kedua dan ketiga lebih besar dan membuat lahan subur di pedalaman tergenangi air laut.

Kota Coringa nyaris hancur seluruhnya, dan ada sekitar 20.000 penduduk yang tewas.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 23 November 1992: IBM Simon, Smartphone Pertama di Dunia, Diperlihatkan

  • Coringa 1839


Lima puluh tahun kemudian, Coringa kembali diterjang siklon yang bahkan lebih besar.

Coringa saat itu telah pulih, menjadi semakin makmur, padat penduduknya, dan ramai.

Namun, semua berubah ketika siklon besar muncul pada 25 November 1839.

Tidak ada pengukuran kecepatan angin maksimal, tetapi tinggi gelombang diperkirakan mencapai 12 meter.

Gelombang ini menghancurkan pelabuhan dan merusak 20.000 kapal.

Total korban jiwa diperkirakan mencapai lebih dari 300.000 penduduk.

Saat itu kerusakan sangat besar sehingga beberapa orang masih bertahan tidak berusaha membangunnya kembali.

Mereka memilih meninggalkan kota yang dianggap sebagai "kota terkutuk" itu.

Beberapa di antara mereka, yang menyaksikan dua kali siklon di Coringa, memutuskan pindah dari wilayah pantai dan membangun kembali permukiman di pedalaman.[3]

Siklon ini membuat Henry Piddingnton (President of Marine Courts of Inquiry di Kolkata) menyajikan hasil penelitiannya tentang badai-badai yang mirip kepada Asiatic Society di Benggal tahun 1840.

Saat presentasi itulah dia menciptakan istilah "siklon" untuk mendeskripsikan sirkulasi udara yang berputar.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Jacques Mayol Jadi Manusia Pertama yang Menyelam pada Kedalaman 100 Meter

(Tribunnewswiki.com/Tyo)



Peristiwa Siklon Coringan menerjang India
Tanggal 25 November 1839
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved