Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Penyelam Prancis, Jacques Mayol, jadi manusia pertama yang menyelam pada kedalaman 100 meter di bawah permukaan air laut tanpa alat bantu pernapasan pada 23 November 1976.
Jacques Mayol pada tahun 1983, dalam usia 56 tahun, berhasil memecahkan rekornya sendiri setelah menyelam pada kedalaman 347 kali atau 105 meter dalam satu tarikan napas.
Rekor ketahanan menyelam miliki Jacques Mayol baru dipecahkan orang lain 13 tahun kemudian.[1]
Jacques Mayol, yang dijuluki "manusia lumba-lumba" meninggal tanggal 22 Desember 2001, dalam usia 74 tahun, karena bunuh diri akibat depresi.[2]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 22 November 1900: Mobil Mercedes yang Pertama Diuji Coba Perdana
Mayol dan ketertarikan pada dunia menyelam #
Jacques Mayol lahir di Sanghai, Cina, tahun 1927 dan kedua orangtuanya warga negara Prancis.
Mayol menghabiskan 13 tahun haidupnya di Asia. Dia mulai tertarik pada dunia menyelam ketika keluarganya berlibur di Jepang.
Dia tetap tertarik menyelam meski ayahnya tewas dalam kecelakaan menyelam.
Ketika muda, Mayol memenangkan beberapa kontes menyelam bebas di Eropa.
Namun, kontes tersebut ditangguhkan karena ada sejumlah peserta yang meninggal.
Bersama rival Italianya, Enzo Maiorca, Mayol terus mencoba memencahkan rekor menyelam bebas.
Pada tahun 1966 dia menyelam pada kedalaman 60 meter di lepas pantai Miami.
Mayol kemudian mendapat julukan "manusia lumba-lumba".
Dia pindah ke Pulau Elba tahun 1973 dan menjadi subjek penelitian kedokteran mengenai adaptasi manusia di kedalaman laut.[3]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 22 November: Presiden AS John F. Kennedy Tewas Ditembak
Memecahkan rekor #
Mayol memecahkan rekor kedalaman menyelam pada tanggal 23 Nov 1976 di lepas pantai Pulau Elba.
Saat itu dia berhasil menjadi manusia pertama yang menyelam pada kedalaman 100 meter tanpa alat batu pernapasan.
Menyelam pada kedalaman 100 meter merupakan tantangan yang sangat besar dan berbahaya.
Pada kedalaman 2 atau 3 meter, suhu turun dengan cepat, dan Mayol terus menyelam ke bawah.
Dia mengatakan hampir tidak ada cahaya yang bisa terlihat dari permukaan laut.
Selain itu, dia juga harus menahan tekanan air yang sangat kuat dan membuat rusuknya menonjol seperti ikan perairan dalam.
Pada kedalaman 100 meter, suhu air mencapai sekitar 10 derajat dan membuatnya kedinginan.
Dia merasa seakan seluruh berat lautan berada pada pundaknya, dan ada sensasi seolah-olah tubuhnya menyatu dengan laut.
Namun, dia berhasil bertahan dan selamat hingga kembali ke permukaan.[4]
Pada tahun 1983 dia memecahkan rekornya sendiri setelah menyelam pada kedalaman 105 meter dalam satu tarikan napas.
Rekor itu baru dipecahkan 13 tahun kemudian oleh orang lain.[5]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 20 November: Pengadilan Nuremberg Dimulai, Penjahat Perang Dunia II Disidang
Bunuh diri #
Rivalitas antara Mayol dan teman Italianya menjadi inspirasi sebuah film, yakni The Big Blue.
Mayol memutuskan bunuh diri tanggal 22 Desember 2001 karena menderita depresi.
Dia ditemukan meninggal pada hari Minggu di villanya di Pulau Elba dengan cara menggantung dirinya
Polisi setempat mengatakan dia telah meninggal sehari sebelumnya.[6]
Pencapaian Mayol sudah dilampauai banyak penyelam lainnya, tetapi kepribadiannya yang unik tidak pernah terlupakan.
Teman-temannya mendirikan monumen di tenggara Elba untuk mengenang dirinya. Monumen itu memiliki kedalaman 16 meter.[7]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 19 November: Rumah Produksi Film, Goldwyn Pictures Corporation, Didirikan
(Tribunnewswiki/Tyo)
| Peristiwa | Jacques Mayol menyelam 100 m di bawah permukaan laut |
|---|
| Tanggal | 23 November 1976 |
|---|
Sumber :
1. www.telegraph.co.uk
2. www.latimes.com
3. www.br.de
4. www.livingworld.net