Calon Pengantin Pria Rudapaksa Kawan Sendiri yang Diundangnya di Acara Pertunangan

Calon pengantin bersama dua teman prianya ini melakukan rudapaksa terhadap kawan wanitanya sendiri yang diundangnya ke acara pertunangan.


zoom-inlihat foto
kasus-rudapaksa-001212.jpg
EVA.VN
Calon pengantin pria sengaja membuat mabuk tamu wanita yang juga kawannya sendiri di acara pertunangannya. Setelah mabuk, ia dan dua pelaku lainnya merudapaksa korban di kamar hotel. Dua pelaku sudah ditangkap. Foto sekadar ilustrasi.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kelakuan calon pengantin pria ini betul-betul bejat.

Bersama kawan-kawannya, ia sengaja membuat mabuk seorang teman perempuan mereka yang diundangnya di acara pertunangannya.

Setelah kawan perempuan itu mabuk berat, si calon pengantin pria dan kawan-kawan melakukan rudapaksa beramai-ramai.  

Calon pengantin bersama dua teman prianya ini melakukan rudapaksa terhadap kawan wanitanya sendiri yang diundangnya ke acara pertunangan calon pengantin pria itu.

Gadis itu tidak menyangka sama sekali bahwa kawan-kawannya tega berbuat sekeji itu terhadap dirinya.

Calon pengantin pria kini dalam pengejaran polisi setelah melarikan diri dan pernikahannya dipastikan batal.

Sementara dua kawannya sudah ditangkap polisi.

Baca: Ibu Tega Jadi Muncikari Anaknya yang Berusia 12 Tahun: 106 Pria Didakwa Pasal Rudapaksa Anak Ini

Korban diidentifikasi oleh polisi di situs web pay-for-sex yang dipajang oleh ibu kandungnya. Foto hanya ilustrasi.
Kawan perempuan ini sengaja dibikin mabuk oleh calon pengantin pria dan dua kawannya, lalu mereka melakukan rudapaksa beramai-ramai. Foto hanya ilustrasi. (STOCKPHOTO)

Peristiwa amoral terjadi baru-baru ini di Mumbai, ibu kota negara bagian Maharashtra, India.

Awalnya, Avinash Pangekar (28), pada 8 November 2020 lalu, mengundang kawan-kawannya untuk menghadiri acara pertunangannya.

Yang diundang termasuk seorang kawan wanitanya yang berusia 22 tahun, sebut saja Jasmine, bukan nama sebenarnya. dikutip eva.vn, Selasa (24/11/2020). 

Baca: Perilaku Bejat Mertua Rudapaksa Menantunya 5 Tahun Terakhir: Mengadu ke Suami, Malah Disuruh Diamkan

Jasmine sama sekali tak menyangka bahwa malam itu adalah malam paling kelam dalam hidupnya.

Acara pertunangan tersebut berlangsung di sebuah hotel Andheri-Kurla, Kota Mumbai.

Menurut laporan media lokal, setelah melalui prosesi acara pertunangan, di ujung acara ada perjamuan minum anggur.

Seorang menantu mengalami pelecehan dan rudapaksa oleh ayah mertuanya sendiri. Perbuatan bejat itu dilakukan berkali-kali dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Saat melapor ke suaminya, menantu ini malah disuruh mendiamkan perbuatan bejat ayah mertuanya. Foto hanya ilustrasi.
Dalam kondisi mabuk berat, korban tak sadar dibawa ke hotel oleh tiga pelaku dan di sana ia diperlakukan bejat oleh ketiganya. Foto ilustrasi. (EVA.VN)

Setelah pesta hampir usai, pengantin pria Avinash dan dua teman pria lainnya mendekati korban dan sengaja menuangkan berkali-kali alkohol ke gelas Jasmine untuk membuatnya mabuk.

Jasmine memang akhirnya mabuk berat sampai tidak bisa berjalan sendiri.

Setelah menunggu seluruh undangan pulang, Avinash dan dua pria lainnya membawa Jasmine ke kamar hotel.

Di sanalah, Jasmine mengalami perlakuan bejat.

Baca: Dirudapaksa saat Rumahnya Dibobol, Korban Gigit Alat Vital Perampok Hingga Putus

Ia dirudapksa secara bergantian oleh Avinash dan dua kawannya.

Karena terlalu mabuk, korban tak sanggup melawan.

Jasmine mengalami perlakuan tak bermoral berulang kali selama di hotel.

Ilustrasi tes DNA.
Foto Ilustrasi. Korban tak menyangka kawannya akan melakukan perbuatan sekeji itu terhadap dirinya. (Tribunnews.com)

Esok paginya, entah bagaimana, korban sudah berada di rumahnya.

Ia mungkin diantar pulang oleh para pelaku rudapaksa terhadap dirinya.

Saat sudah sadar dalam pengaruh alkohol, Jasmine sangat terkejut mendapati dirinya telah dirudapaksa.

Ia merasakan sakit di bagian sensitifnya.

Namun, Jasmine takut dan malu sehingga dia tidak berani memberi tahu segera ke keluarganya.

Baru pada tanggal 14 November 2020, gadis muda itu berani mengatakan yang sebenarnya kepada keluarganya.

Segera setelah itu pada 15 November, keluarganya segera membawanya ke kantor polisi terdekat untuk mengajukan pengaduan terhadap pelaku penyerangan seksual.

Kasus ini dilimpahkan ke Polsek Sahar karena hotel tempat kejadian itu berada di bawah yurisdiksi investigasi mereka.

Baca: 8 FAKTA Gadis 17 Tahun di Cianjur Diculik dan Dirudapaksa 3 Pria selama 4 Hari

Anggota keluarga korban mengatakan bahwa terdakwa mengundang korban ke acara pertunangannya, kemudian bersama dua orang temannya berencana untuk merudapaksa gadis tersebut.

Seorang pejabat di kantor polisi Sahar berbagi tentang kejadian tersebut:

"Korban dibawa ke Rumah Sakit Cooper untuk pemeriksaan medis dan kami menunggu untuk melaporkan kondisinya."

Ilustrasi pelaku pemerkosaan
Ilustrasi kasus rudapaksa.(freepik.com)

Polisi juga menambahkan bahwa terdakwa Avinash Pangekar saat ini sedang dalam pelarian tetapi mereka berencana untuk menangkapnya.

Selain itu, dua pria lain yang terlibat dalam serangan seksual ditangkap dan diidentifikasi sebagai Shishir, 27, dan Tejas, 25, keduanya warga negara yang tinggal di Kota Mumbai.

Baca: 8 FAKTA Gadis 17 Tahun di Cianjur Diculik dan Dirudapaksa 3 Pria selama 4 Hari

Polisi mengatakan mereka dikenai pasal rudapaksa mereka telah mendaftarkan kasus pemerkosaan berdasarkan pasal 376 dan 34 KUHP India.

Mereka akan menambahkan lebih banyak dakwaan ke kasus ini saat penyelidikan berlangsung.

Kasus rudapaksa di India memang menjadi persoalan serius negara itu.

Dilaporkan, hampir setiap 15 menit, ada kasus rudapaksa di negara ini.

Yang paling menyita perhatian dunia adalah kasus rudapaksa oleh geng dan pembunuhan seorang perempuan di bus di New Delhi tahun 2012 yang memicu aksi demonstrasi puluhan ribu orang di seluruh Negeri Bollywood.

Laporan adanya 34.000 pemerkosaan pada tahun 2018 berarti nyaris tidak berubah dari tahun sebelumnya.

Hanya sekitar 85% yang dijadikan terdakwa, dan 27 % di  antaranya dijatuhkan vonis, demikian menurut laporan kejahatan tahunan yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri India.

Kelompok-kelompok hak perempuan mengatakan kejahatan terhadap perempuan sering dianggap kurang serius, dan diselidiki oleh polisi yang kurang peka.

"Negara ini masih diperintah oleh laki-laki, satu (perdana menteri perempuan ) Indira Gandhi tidak akan mengubah banyak hal. Kebanyakan hakim masih laki-laki," kata Lalitha Kumaramangalam, mantan kepala Komisi Nasional untuk Perempuan, awal tahun ini. 

Ancaman hukuman mati bagi pelaku rudapaksa di India ternyata tidak mengurangi kasus rudapaksa.

India pernah menggantung mati 4 pelaku rudapaksa terhadap seorang mahasiswi di sebuah bus.

Korban, seorang mahasiswa fisioterapi yang berusia 23 tahun, saat itu sedang dalam perjalanan pulang bersama teman laki-lakinya seusai menonton bioskop.

Para pelaku membujuk kedua orang ini untuk ikut naik ke dalam bus yang mereka tumpangi.

Dalam keadaan sepi, mereka memukuli teman lelaki korban dan merudapaksa perempuan itu dengan brutal hingga menyebabkan luka yang fatal.

Para pelaku lantas membuang korban begitu saja di pinggir jalan.

Korban meninggal dunia dua minggu kemudian.

Aktivis hak asasi manusia mengatakan, eksekusi ini tidak akan mengurangi tindak rudapaksa di India.

Data pemerintah India menunjukkan, polisi mendaftarkan hampir 34.000 kasus rudapaksa pada tahun 2018.

Angka sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi karena stigma seputar kekerasan seksual membuat korban tidak berani melaporkan kasus yang menimpa mereka.

(tribunnewswiki.com/hr)





Editor: haerahr
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved