Terkonfirmasi Positif Covid-19, Direktur RSI Surabaya Dokter Samsul Arifin Meninggal Dunia

Sebelum meninggal akibat Covid-19, dokter Samsul sempat merasakan gejala batuk secara terus menerus.


zoom-inlihat foto
corona-ilustrasi-4545454.jpg
Freepik
Ilustrasi virus Corona - Akibat positif Covid-19, seorang dokter di Surabaya meninggal dunia.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang dokter di sebuah rumah sakit meninggal dunia akibat Covid-19.

Dikutip dari Kompas.com, Marketing dan Humas RSI A Yani, M Budhi mengonfirmasi bahwa Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya Ahmad Yani, dokter Samsul Arifin meninggal.

Dokter Samsul Arifin diketahui meninggal akibat terpapar Covid-19.

"Iya benar, beliau meninggal dunia, doakan beliau ya," ujarnya.

Sebelum meninggal, dokter Samsul Arifin sempat menjalani perawatan selama 20 hari di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya.

Kemudian, dokter Samsul diketahui terpapar Covid-19 sejak 25 Oktober 2020 dari hasil tes usap.

Diketahui, Samsul merasakan gejala batuk secara terus menerus.

"Batuk tidak dirasa, selalu ingin kerja dan kerja. Sudah dipaksa istirahat tidak didengarkan. Bahkan disuruh tes usap juga susah, sampai akhirnya kami jemput untuk tes swab," kata Budhi.

Sejak dirawat, kondisi direktur RSI A Yani sejak 2007 itu terus menurun, bahkan harus dirujuk ke RSUD dr Soetomo dan dipasangi ventilator.

"Sempat membaik tiga hari lalu, akhirnya beliau menyerah," katanya.

Baca: Total Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Capai 463.007 Orang, 27 Kabupaten/Kota Masuk Zona Merah

Baca: Gelasan Festival Diwali di India, Muncul 44,684 Kasus Baru Covid-19 dalam 24 Jam

Setelah Samsul terkonfirmasi positif, karyawan RSI A Yani yang kontak erat dengannya di-tracing, khususnya yang ada di lantai lima.

Sejauh ini belum ada karyawan yang terindikasi tertular.

Perlu diketahui, hingga saat ini 161 dokter meninggal akibat Covid-19.

Hal ini diumumkan oleh Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Foto yang diambil pada 13 Oktober 2020 ini menunjukkan seorang petugas kesehatan mengambil sampel dari seorang penduduk untuk dites virus corona COVID-19 sebagai bagian dari program pengujian massal menyusul wabah baru virus korona di Qingdao, di provinsi Shandong timur China. (STR / AFP / China OUT)
Foto yang diambil pada 13 Oktober 2020 ini menunjukkan seorang petugas kesehatan mengambil sampel dari seorang penduduk untuk dites virus corona COVID-19 sebagai bagian dari program pengujian massal menyusul wabah baru virus korona di Qingdao, di provinsi Shandong timur China. (STR / AFP / China OUT) (STR / AFP / China OUT)

Para dokter yang wafat terdiri dari 82 dokter umum (empat guru besar), 68 dokter spesialis (enam guru besar), dua residen, dan sembilan dokter gigi.

Data ini adalah data yang dihimpun dari bulan Maret hingga Oktober 2020.

Sebanyak 161 dokter yang wafat tersebut berasal dari 18 IDI wilayah provinsi dan 69 IDI cabang kabupaten/kota di Indonesia.

Baca: Obat Penanganan Covid-19 Telah Didistribusikan, Diserahkan ke 34 Dinkes Provinsi

Masyarakat Diminta Tidak Meremehkan Covid-19

Dikutip dari Kompas.com, Dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) Gia Pratama Putra mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan Covid-19

"Buat masyarakat yang masih percaya teori konspirasi tidak apa-apa, tapi yang pasti virus ini benar ada. Virusnya berukuran kecil sekali, hanya 100 nanometer," kata Gia dalam gelar wicara Forum Merdeka Barat 9, Jumat (13/11/2020).

Seorang petugas kesehatan mengambil sampel dari seorang penduduk untuk diuji virus korona COVID-19 sebagai bagian dari program pengujian massal menyusul wabah baru virus corona di Qingdao, di Provinsi Shandong timur China pada 13 Oktober 2020. (STR / AFP / China OUT)
Seorang petugas kesehatan mengambil sampel dari seorang penduduk untuk diuji virus korona COVID-19 sebagai bagian dari program pengujian massal menyusul wabah baru virus corona di Qingdao, di Provinsi Shandong timur China pada 13 Oktober 2020. (STR / AFP / China OUT) (STR / AFP / China OUT)






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved