BREAKING NEWS, Unggul Sementara di 4 Negara Bagian, Joe Biden Berpeluang Menang Pilpres AS

Unggul sementara di 4 negara bagian, Joe Biden memiliki peluang besar memenangkan Pilpres Amerika Serikat.


zoom-inlihat foto
trump-ngamuk06.jpg
Drew Angerer / Getty Images / AFP
Calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden berbicara didampingi Senator Kamala Harris (D-CA), di teater The Queen, di Wilmington, Delaware, pada 05 November 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perkembangan terbaru Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020

Unggul sementara di 4 negara bagian, Joe Biden memiliki peluang besar memenangkan Pilpres Amerika Serikat.

Setidaknya itu yang diproyeksikan oleh update BBC, Sabtu (7/11/2020), berikut ini:

Di Pennsylvania, Biden unggul 28,833 suara, di Arizona unggul 29,861 suara, di Nevada unggul 22,657, di Georgia unggul 7248.

Apabila keunggulan ini bertahan di Pennsylvania, Joe Biden siap mendapatkan tambahan 20 Electoral Votes yang menambah perolehannya sekarang.

Baca: Siap Kantongi 16 Angka Electoral Votes di Georgia, Joe Biden Selangkah Lagi Jadi Presiden AS

Baca: BMKG - Prakiraan Cuaca Minggu 8 November 2020: Pontianak Hujan, Awas Hujan Petir di 4 Wilayah Ini

Trump Disebut akan Bentengi Diri di Gedung Putih dan Tak Mau Akui Kekalahan

Trump disebut-sebut tak akan mau mengakui kemenangan Joe Biden dalam Pilpres 2020 jika dirinya kalah.

Ia pun dikabarkan akan membentengi dirinya dan menolak keluar Gedung Putih.

Dengan keunggulan Biden yang semakin jauh, di mana beberapa lembaga memproyeksikan dia sudah merebut 270 suara elektoral, Trump menuding bahwa dia dicurangi.

Petahana mengklaim tanpa bukti keunggulan yang dia dapatkan sudah direnggut, sehingga dia berencana untuk menggugat ke mahkamah agung.

Daripada mengakui kekalahan seperti yang dilakukan pendahulunya, petahana mengindikasikan dia akan bertarung untuk bertahan di Gedung Putih.

Berdasarkan laporan CNN, presiden berusia 74 tahun itu tidak mempersiapkan pernyataan berisi mengakui kemenangan saingannya dari Partai Demokrat itu.

Bahkan berdasarkan pengakuan sumber terdekat Trump, sang presiden dalam beberapa hari terakhir tak menyiratkan mengakui kekalahan.

Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows dilaporkan tidak berusaha untuk memberi tahu presiden mengenai realitas yang sudah terjadi.

Baca: Di Balik Ngototnya Trump Tolak Hasil Pilpres AS, Takut Dipenjara: Tuntutan Hukumnya Terlalu Banyak

Baca: Ivanka Trump atau Jared? Tim Trump Bingung Tunjuk Siapa yang Akan Beritahu Donald Trump Sudah Kalah

Tim kampanye presiden sendiri dilaporkan berusaha menggalang dana 60 juta dollar AS Rp 953,2 miliar) untuk biaya gugatan ke pengadilan.

Sumber internal presiden menuturkan, sejumlah pembantunya membeberkan ide agar presiden dari Partai Republik itu agar tetap diam.

Alasannya, menyebut Pemilu AS curang selain menghancurkan bisnisnya, juga bisa memupuskan apa pun ambisi politiknya d masa depan.

Juru bicara Joe Biden, Andrew Bates, menyatakan mereka tidak khawatir Trump menolak keluar.

Karena dia pasti akan dikawal oleh keamanan.

"Pemerintah AS tentu punya kemampuan mumpuni untuk menyeret keluar adanya orang yang masuk tanpa izin di Gedung Putih," kata Bates.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved