Jumlah Penganggur Masa Pandemi Capai 9,77 Juta, Menaker: Kami Melakukan Banyak Mitigasi

Menaker mengatakan tak terkejut dengan adanya peningkatan angka pengangguran


zoom-inlihat foto
menteri-ketenagakerjaan-ida-fauziyah-kepada-organisasi-buruh-internasional-ilo.jpg
Dokumentasi Humas Kementerian Ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah kepada Organisasi Buruh Internasional (ILO) memaparkan langkah-langkah pemerintah menekan jumlah pengangguran selama pandemi Covid-19 secara virtual, Kamis (2/7/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jumlah penganggur di Indonesia pada Agustus 2020 mencapai 9,77 juta atau bertambah 2,67 juta orang.

Terkait dengan hal itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memberi tanggapan.

Ida Fauziyah mengatakan selama pandemi Covid-19 lapangan kerja masih sedikit sehingga membuat angka pengangguran bertambah.

Selain itu, Ida Fauziyah menyebut pasar kerja belum optimistis.

 "Banyaknya kesempatan kerja yang berkurang dan pasar kerja yang masih belum begitu optimis," kata dia, Jumat (6/11/2020), dikutip dari Kompas.

Menaker mendorong para penganggur untuk mengikuti yang dipelatihan yang diprakarsai oleh Kementerian Ketenagakerjaan agar bisa berwirausaha.

Selain Kemenaker, kata Ida, Kementerian PUPR dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) juga terlibat menekan jumlah pengangguran agar tidak menembus dua digit, yakni melalui program Padat Karya.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata (kiri), bersama Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, memberikan keterangan usai pertemuan tertutup antara KPK dengan Kementerian Ketenagakerjaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2020).
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata (kiri), bersama Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, memberikan keterangan usai pertemuan tertutup antara KPK dengan Kementerian Ketenagakerjaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2020). (Tribun Images/Irwan Rismawan)

Baca: Dampak Pandemi Covid-19, BPS Catat Jumlah Pengangguran Capai 9,77 Juta Orang

"Sebenarnya kami melakukan banyak mitigasi untuk mengatasi dampak daripada Covid-19 ini," kata dia.

Ida mengatakan tak terkejut dengan adanya peningkatan angka pengangguran.

Ida menyebut angka yang disampaikan oleh BPS sesuai dengan prediksi Kemnaker.

Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan pandemi Covid-19 membuat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia mengalami kenaikan dari 5,23 persen menjadi 7,07 persen.

Berdasarkan lokasi, jumlah pengangguran di kota mengalami peningkatan lebih tinggi dibandingkan di desa.

Di kota, tingkat pengangguran meningkat 2,69 persen sementara di desa hanya 0,79 persen.

Peningkatan TPT terjadi lantaran terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja per Agustus 2020 sebesar 2,36 juta orang menjadi 138,22 juta orang.

Meski terjadi kenaikan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) sebesar 0,24 persen poin menjadi 67,77 persen, ada penurunan jumlah penduduk yang bekerja.

Baca: Daftar Bantuan untuk Pengangguran dan Fresh Graduate, Harus Penuhi Syarat Berikut Ini

Jakarta jadi provinsi dengan TPT tertinggi 

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan TPT tertinggi, yakni sebesar 10,95 persen.

Bukan hanya itu, Jakarta juga menjadi wilayah dengan penambahan angka TPT tertinggi di Indonesia, yakni sebesar 4,41 persen dibandingkan dengan  tahun lalu.

Setelah Jakarta, TPT tertinggi kedua ditempati oleh Banten dengan 10,64 persen, disusul oleh Jawa Barat sebesar 10,46 persen, lalu Kepulauan Riau sebesar 10,34 persen lalu Maluku sebesar 7,57 persen, dan Sulawesi Utara sebesar 7,37 persen.

"Kita sadar bahwa dampak Covid menghantam keras DKI, Banten, Jawa Barat, Kepulauan Riau naik tingkat penganggurannya," ujar Suhariyanto.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved